Artikel IslamArtikel Pilihan

Wasiat Lukman Kepada Anaknya – Bagian Dua

Sekecil Apapun Kebaikan dan Keburukan Semuanya Akan Dihisab Oleh Allah Ta’ala

Sebagimana Allah ta’ala berfirman :

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“(Luqman berkata), ‘Hai Anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya).’ Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Lukman :16).

Oleh karenanya, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah ta’ala terhadap perbuatan hambanya baik yang kecil maupun yang besar, dan yang nampak maupun tersembunyi, melainkan sudah tercatat semuanya di lauhil mahfuz sebelum diciptakan langit dan bumi. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْبَرُ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِين

Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)” (QS. As-Saba’: 3)

Mendirikan Shalat, Mengajak Kepada Kebaikan, Mencegah Dari Kemungkaran dan Bersabar Terhadap Apa Yang Menimpanya

 Sebagaimana Allah ta’ala berfirman dalam wasiat Lukman:

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Lukman: 17)

Dan Imam As-Syaukani rahimahullah menjelaskan mengapa sampai tiga ibadah ini yang menjadi wasiat untuk anaknya, yaitu:

“karena tiga ibadah ini adalah induknya ibadah dan landasan seluruh kebaikan” (Fathul Qadir : 5/489)

 Larangan Bersikap Sombong

 Sebagaimana Allah ta’ala berfirman :

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Lukman: 18)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata :
“Janganlah engkau bersikap sombong kemudian engkau meremehkan saudaranya dan jangan pula engkau memalingkan wajahmu apabila mereka berbicara kepadamu” (Tafsir qur’anul ‘azhim : 6/338) 

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بِحَسْبِ امْرئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

“Cukuplah seseorang itu akan mendaptakan kejelekan apabila dia meremehkan saudaranya yang muslim” (HR. Muslim: 2564)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam bagi orang –orang yang memiliki sifat tersebut:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak akan masuk surga bagi orang yang memiliki di dalam hatinya sebesar biji dzarrah dari sifat kesombongan” (HR. Muslim : 275)

Bersikap Tawadhu’ dan Etika Dalam Berbicara

Di antara nasihat Lukman terhadap anaknya adalah untuk selalu menjaga etika terhadap orang lain misalnya dalam hal tawadhu’ dan tidak mengangkat suara ketika berbicara karena sifat tersebut seperti keledai. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (QS. Lukman : 19)

Berkata Ibnu katsir rahimahullah:

“Janganlah engkau berlebih–lebihan dalam berbicara dan jangan pula engkau mengangkat suaramu yang tidak ada maslahat di dalamnya, kemudian beliau menyebutkan sebab –akibatnya sebagaimana “mujahid” menjelaskannya: sesungguhnya suara yang paling jelek adalah suara keledai” (Tafsir Qur’anul Azhim : 6/339)

Ketahuilah, inilah beberapa wasiat Lukman untuk anaknya dan pelajaran secara umum untuk kaum muslimin yang dimana wasiat tersebut sangatlah berharga bagi orang yang beriman karena mencakup segala bentuk kebaikan didalamnya.

Sebagaimana As-Sa’di rahimahullahu mengatakan:

“Dan wasiat-wasiat ini, yaitu wasiat Lukman untuk anaknya  terkumpulnya segala bentuk induk kebaikan (Tafsir As-Sa’di 1/648)

Wallahu ta’ala a’lam


Referensi:
1. Tafsir Qur’anul ‘Azhim, Ibnu Katsir, Daru At-Thaybah, Jilid : 6, hal. 333
2. Taisir Al-Karimir Rahman, Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, Muassasah Ar-Risalah, hal.648

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close