Artikel IslamArtikel Pilihan

Tauhid Uluhiyah

Tauhid uluhiyah adalah tauhid ibadah dimana seorang muslim mengesakan Allah ta’ala dengan segala bentuk peribadahan yang hanya ditujukan kepada-Nya saja dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Tauhid uluhiyah erat hubungannya dengan tauhid rububiyah karena seorang muslim tidak dikatakan bertauhid jika hanya berpegang teguh pada tauhid rububiyah saja, akan tetapi harus perpegang teguh juga kepada tauhid uluhiyah dan mengamalkannya. Karena orang musyrik pun mengakui atas rububiyah Allah ta’ala akan tetapi hal tersebut tidak membuat mereka masuk islam. Disebabkan mereka tidak melakukan peribadahan kepada Allah ta’ala. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman-Nya :

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. Az-Zukhruf : 87)

Allah ta’ala dalam banyak ayat-Nya juga mengaitkan antara tauhid uluhiyah dengan tauhid rububiyah, seperti yang tercantum dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون (21) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُون (22)

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (21). Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (22)” (QS. Al-Baqarah : 21-22)

Ayat diatas menunjukkan bahwa Allah sajalah yang berhak untuk disembah, karena hanya Allah lah yang mampu memberikan rizki berupa hujan, buah-buahan dll. Dimana dzat lain selain-Nya tidak ada yang mampu untuk menandinginya. Sehingga konsekuensi dari percaya kepada tauhid rububiyah adalah kita menjalankan tauhid uluhiyah dengan setulus hati.

Barangsiapa yang mengagungkan Allah ta’ala hanya dengan rububiyah-Nya saja maka sebenarnya dia belum memahami hakekat tauhid yang dibawa oleh rasulullah, karena sesungguhnya dia hanya mengetahui apa yang memang sudah seharusnya diketahui. Termasuk dari kekhususan tauhid uluhiyah adalah mengharuskan seluruh peribadahan hanya kepada Allah ta’ala saja. karena pada hakekatnya tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah ta’ala semata.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

”dan Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”


Referensi : Kitab Tauhid karya Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al fauzan hafidzahullahu

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close