
Muslim Sejati Mematuhi Pemimpin
Muslim Sejati Mematuhi Pemimpin
Ust Rizal Yuliar Putrananda
01 Mei 2024
Alhamdulillah, kita kembali melanjutkan pertemuan kita dalam pembahasan kitab Lum’ah al ‘Itiqaad Al Hadi Ila Sabili Rosyad Karya Al Imam Ibnu Qudama al Maqdisi rahimahullah.
Alhamdulillah setelah menjalani liburan sekolah, kita akan melanjutkan pembahasan pada kitab ini. Penjelasan para sahabat radhiyallahu anhum, tabi’in rahimahumullah dan para ulama bahwa pemimpin kaum muslimin itu maknanya dengan semua level kepemimpinan, terutama yang level kepemimpinannya tinggi di sebuah wilayah atau di bawah itu. Di antara tuntunan prinsip beragama adalah mendengar dan patuh kepada seluruh pemimpin kaum muslimin, baik pemimpin itu adalah orang yang shalih ataupun orang yang buruk. Selama dia muslim ada hak yang melekat pada dirinya untuk didengar dan dipatuhi, selama mereka tidak mengarahkan, mengajak, memerintahkan dengan kemaksiatan kepada Allah ta’ala.
Allah ta’ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS. An Nisa: 59)
Mari kita lanjutkan kembali kajian kitab Lum’ah al ‘Itiqaad Al Hadi Ila Sabili Rosyad Karya Al Imam Ibnu Qudama al Maqdisi rahimahullah dengan menonton rekaman yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.