Artikel IslamBerita Pesantren

Musuh Abadi Anak Cucu Adam

بسم الله الرحمن الرحيم

Ringkasan Khutbah Jum’at

Ustadz Arya Sofyan

“Musuh Abadi Anak Cucu Adam”

Seorang manusia takkan pernah lepas dengan musuh abadinya di dunia ini. Ia akan senantiasa menjerumuskan manusia ke dalam lubang kebinasaan dan selalu mencoba untuk menyesatkan manusia dari ajaran agama islam yang lurus. Musuh ini bernama “setan”. Setan secara terang-terangan telah menyatakan permusuhan dan peperangan kepada manusia hingga hari kiamat nanti. Allah ta’ala berfirman:

قَالَ فَبِمَاۤ أَغۡوَیۡتَنِی لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَ ٰ⁠طَكَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ

“Iblis berkata, “Karena Engkau (Ya Allah) telah menyesatkan aku, maka pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.” (QS. Al A’raf: 16)

Oleh karena itu, Allah memperingatkan umat manusia agar tidak tertipu dengan tipu daya setan. Allah ta’ala berfirman:

یَـٰبَنِیۤ ءَادَمَ لَا یَفۡتِنَنَّكُمُ ٱلشَّیۡطَـٰنُ كَمَاۤ أَخۡرَجَ أَبَوَیۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ

“Wahai anak cucu Adam! Jangan sampai kalian tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapak kalian dari surga.” (QS. Al A’raf: 27)

Allah telah memerintahkan manusia agar menjadikan setan sebagai musuh yang nyata. Allah ta’ala berfirman dalam surat Yusuf:

إِنَّ ٱلشَّیۡطَـٰنَ لِلۡإِنسَـٰنِ عَدُوࣱّ مُّبِینࣱ

“Sungguh, setan merupakan musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Yusuf: 5)

Dan di dalam surat Fathir Allah ta’ala juga berfirman:

إِنَّ ٱلشَّیۡطَـٰنَ لَكُمۡ عَدُوࣱّ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ إِنَّمَا یَدۡعُوا۟ حِزۡبَهُۥ لِیَكُونُوا۟ مِنۡ أَصۡحَـٰبِ ٱلسَّعِیرِ

“Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

Musuh manusia yang satu ini, tak bisa dilihat. Di dalam Surat Al A’raf Allah ta’ala berfirman:

إِنَّهُۥ یَرَىٰكُمۡ هُوَ وَقَبِیلُهُۥ مِنۡ حَیۡثُ لَا تَرَوۡنَهُمۡ

“Sesungguhnya dia (setan) dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al A’raf: 27)

Setan bisa masuk ke dalam diri kita melalui aliran darah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ

“Sesungguhnya setan menyusup ke dalam diri manusia melewati aliran darah.” (HR. Bukhari)

Namun, perlu diingat bahwa sebesar apapun tipu daya setan, pada dasarnya tipu daya mereka sangatlah lemah. Sebagaimana hal ini ditegaskan oleh Allah ta’ala di dalam Surat An Nisa’:

إِنَّ كَیۡدَ ٱلشَّیۡطَـٰنِ كَانَ ضَعِیفًا

“Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (QS. An Nisa’: 76)

Maka dari itu, setan tidak bisa menyesatkan orang-orang yang mentauhidkan Allah dan beriman kepada Allah ta’ala. Di dalam Surat Al Isra’ Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ عِبَادِی لَیۡسَ لَكَ عَلَیۡهِمۡ سُلۡطَـٰنࣱۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِیلࣰا

“Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak memiliki kuasa atas hamba-hamba-Ku. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga.” (QS. Al Isra’: 65)

Setan hanya dapat menguasai orang-orang yang menyimpang dari jalan agama yang lurus dan orang yang menyekutukan Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ عِبَادِی لَیۡسَ لَكَ عَلَیۡهِمۡ سُلۡطَـٰنٌ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡغَاوِینَ

“Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak memiliki kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.” (QS. Al Hijr: 42)

إِنَّمَا سُلۡطَـٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِینَ یَتَوَلَّوۡنَهُۥ وَٱلَّذِینَ هُم بِهِۦ مُشۡرِكُونَ

“Sesungguhnya kekuasaannya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS. An Nahl: 100)

Ibnu Qayyim Al Jauziyah berkata:

جِهَادُ الشَّيْطَانِ مَرْتَبَتَانِ: جِهَادُهُ عَلَى دَفْعِ مَا يُلْقَى إِلَى الْعَبْدِ مِنَ الشُّبُهَاتِ وَ جِهَادُهُ عَلَى دَفْعِ مَا يُلْقَى إِلَى الْعَبْدِ مِنَ الشَّهَوَاتِ

“Jihad melawan setan memiliki dua tingkatan: Melawan syubhat yang dibisikkan oleh setan dan melawan syahwat yang dibisikkan olehnya. Dua perkara ini bisa dilawan dengan dua hal: dengan ilmu yang melahirkan keyakinan dan dengan kesabaran untuk melawan syahwat dari setan.”

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melawan tipu daya setan:

  1. Beriman kepada Allah, mentauhidkan-Nya, dan bertawakkal kepada-Nya dengan sebenar-benar tawakkal. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّهُۥ لَیۡسَ لَهُۥ سُلۡطَـٰنٌ عَلَى ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ یَتَوَكَّلُونَ

“Sungguh, setan tidak akan bisa mempengaruhi orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah” (QS. An Nahl: 99)

  1. Selalu menghadirkan keikhlasan dalam beramal shalih. Karena orang yang ikhlas akan sulit untuk disimpangkan oleh setan. Allah ta’ala berfirman:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِیَنَّهُمۡ أَجۡمَعِینَ● إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِینَ●

“Iblis berkata, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas dan terpilih di antara mereka.” (QS. Shad: 82-83)

  1. Senantiasa berpegang teguh pada Al Qur’an dan hadits dengan pemahaman salafus shalih Allah ta’ala berfirman:

وَمَن یَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ نُقَیِّضۡ لَهُۥ شَیۡطَـٰنࣰا فَهُوَ لَهُۥ قَرِینࣱ

“Barangsiapa yang berpaling dari peringatan Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur`ān), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.” (QS. Az Zukhruf: 36)

Maka, dapat kita pahami dari ayat di atas bahwa yang berpegang teguh pada Al Qur’an dan Hadits akan dijaga oleh Allah dari setan.

  1. Memperbanyak membaca, memahami, merenungi, dan mentadabburi alquran. Allah ta’ala berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَاۤءࣱ وَرَحۡمَةࣱ لِّلۡمُؤۡمِنِینَ

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`ān (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Al Isra’: 82)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surat Al Baqarah.” (HR. Muslim)

  1. Meminta perlindungan kepada Allah (terutama ketika kita merasakan gangguan dari setan. Allah ta’ala berfirman:

وَإِمَّا یَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّیۡطَـٰنِ نَزۡغࣱ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ

“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia-lah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Fusshilat: 36)

وَإِمَّا یَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّیۡطَـٰنِ نَزۡغࣱ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۚ إِنَّهُۥ سَمِیعٌ عَلِیمٌ

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al A’raf: 200)

  1. Memperbanyak Dzikir kepada Allah. Karena dzikir merupakan benteng kokoh untuk menghadapi godaan-godaan setan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يَنْجُوْ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللهِ

“Demikianlah seorang hamba, tidak akan selamat dari kejahatan setan kecuali dengan dzikir (mengingat) Allah.” (Dishahihkan oleh Albani dalam Shahih Targhib)\

  1. Menyelisihi apa yang disukai setan. Berikut beberapa contoh menyelisihi setan:
  • Makan dan minum menggunakan tangan kanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَأْكُلُوا بِالشِّمَالِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِالشِّمَالِ

“Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena setan makan dengan tangan kiri.” (HR. Muslim)

  • Melakukan qailulah (istirahat sejenak di pertengahan hari). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قِيْلُوْا فَإنَّ الشَّيَاطِيْنَ لَا تَقِيْلُ

“Beristirahatlah sejenak di pertengahan hari, sungguh setan tidak beristirahat di pertengahan hari.” (HR. Ibnu Hibban dan Ath Thabrani)

  • Menjauhi perbuatan tabdzir (boros). Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱلۡمُبَذِّرِینَ كَانُوۤا۟ إِخۡوَ ٰ⁠نَ ٱلشَّیَـٰطِینِۖ وَكَانَ ٱلشَّیۡطَـٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورࣰا

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudaranya setan, sungguh setan itu sangatlah ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra’: 27)

  • Tidak terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

التَّأَنِّي مِنَ اللهِ وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Ketenangan datangnya dari Allah, Adapun ketergesa-gesaan maka ia datang dari setan.” (HR. Baihaqi)

Demikian khutbah ini kami ringkas, semoga bermanfaat.

Jazaakumullahu khairan

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close