Artikel IslamUstadz Rizal Yuliar

Di antara Wasiat-wasiat Salaf untuk Pemuda – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda

Di antara Wasiat-wasiat Salaf untuk Pemuda

Syekh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahumallah

Salah satu di antara kenikmatan Allah yang sangat besar kepada kita adalah dilimpahkannya nikmat ilmu. Ilmu adalah pedoman seorang muslim untuk membedakan antara yang haq dan yang batil. Dengan ilmu, seorang hamba dapat membedakan, mana yang dicintai Allah dan mana yang sesungguhnya dimurkai oleh Allah. Ilmu akan menghantarkan seorang hamba menuju surga Allah. Ilmu akan memudahkan seorang hamba untuk menggapai cinta Allah.

Dalam majelis yang mulia ini, kita akan bersama-sama mengkaji satu karya ilmiah yang cukup ringkas, namun semoga dipenuhi keberkahan oleh Allah untuk kita kaji bersama. Karya ilmiah ini disusun oleh beliau Prof. Dr. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr hafizhahumallah. Sebuah karya ilmiah yang ringkas, yang beliau beri judul

“من وصايا السلف للشباب”.

Di antara Wasiat-wasiat Salaf untuk Pemuda

Masa muda adalah masa keemasan bagi siapapun, maka beliau Syaikh Abdurrazzaq hafizhahullah mengajak kita untuk mengkaji, ada wasiat apa sajakah dari ulama terdahulu untuk kita semua para pemuda. Agar kita menjadi generasi muda islam yang lebih terarah sebagaimana dahulu generasi terbaik umat ini diarahkan oleh rasulullah.

Makna Judul:

من : تبعيضية

Sebagian

Beliau hanya menukilkan sebagian wasiat salaf.

وصايا جمع وصية

Wasiat merupakan serapan dari bahasa arab. Wasiat adalah pesan yang dikukuhkan oleh seseorang disampaikan kepada orang yang dimaksudkan kebaikan untuknya. Wasiat biasanya lebih khusus dan lebih spesifik dari nasihat.

السلف ضد الخلف

Yang terdahulu

Yang dimaksud adalah yang terdahulu dari ummat ini. Salaf terdepan adalah para sahabat, lalu tabi’in, kemudian tabi’ut tabi’in.

للشباب

Untuk generasi muda islam

Setelah beliau menjelaskan makna judul kitab yang akan kita pelajari, beliau menjelaskan beberapa fase kehidupan.

Fase kehidupan:

  1. Fase di dalam perut
  2. Dilahirkan
  3. Anak-anak
  4. Pemuda
  5. Tua

Berkata penulis hafizhahullah :

Masa muda adalah masa yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan seorang manusia. Mengapa demikian? Karena generasi muda adalah generasi yang punya kekuatan, memiliki kesungguhan, produktif, memiliki anggota tubuh yang masih bagus, dan masih memiliki indera yang tajam.

Masa muda adalah fase yang paling kuat dalam siklus kehidupan manusia pada umumnya. Maka, islam sangat memperhatikan para generasi muda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

((اغتَنِم خمسًا قبلَ خمسٍ : شبابَك قبلَ هَرمِك وصحَّتَك قبلَ سَقمِك وغناكَ قبلَ فقرِك وفراغَك قبلَ شُغلِك وحياتِك قبلَ موتِكَ))

“Manfaatkan 5 hal sebelum datangnya 5 yang lain :

  1. Manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu.
  2. Manfaatkan masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu.
  3. Manfaatkan masa kayamu sebelum tiba masa fakirmu.
  4. Manfaatkan waktu luangmu sebelum datang kesibukan padatmu.
  5. Manfaatkan masa hidupmu sebelum kematian menjemputmu.” (HR. Hakim)

Seandainya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menyebutkan 4 hal, (tanpa menyebutkan poin pertama) maka yang demikian sudahlah cukup. Karena masa muda (poin 1) sudah termasuk dari kehidupan (poin 5).

Mengapa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap menyebutkannya?

Karena masa muda adalah masa di mana seseorang perlu untuk memberikan perhatian khusus.

Beliau menasihati:

“Jangan sampai nanti di akhirat kita gigit jari dan menyesal. Duh, mengapa dulu teman saya adalah fulan. Duh, kenapa dulu di dunia saya tidak memanfaatkan waktu untuk beramal shalih. Maka bersegeralah untuk menyadarkan diri sendiri, agar tidak menyesal di kemudian hari.”

Ada hadits serupa yang perlu kita cermati. Hadits yang dibawakan oleh sahabat mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ : عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ))

“Tidak akan bergeser kaki seorang anak cucu Adam dari sisi Rabbnya kelak di hari kiamat sampai ia ditanya 5 hal:

  1. Ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan.
  2. Ditanya tentang masa mudanya, untuk apa ia habiskan.
  3. Ditanya tentang hartanya, dari mana ia dapatkan.
  4. Di jalan apa ia infakkan hartanya.
  5. Ditanya tentang ilmu yang sudah ia pelajari, sudahkah ia mengamalkannya.” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini sekaligus mengingatkan kepada kita akan adanya hisab. Tidak sulit kita bayangkan bahwa ada yang dihitung pada masing-masing kita di kehidupan dunia ini, maka yakinilah akan adanya penghitungan kelak di hari kiamat. Bahkan, nabi sudah memastikan bahwa seorang hamba kakinya tidak akan bergeser dari pengadilan Allah sampai dia pasti ditanya 5 hal ini. Kecuali mereka yang mendapat keistimewaan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.

Kita diuji, siapakah yang konsisten di jalan-Nya …

Abu Said Al Khudry radhiyallahu ‘anhu pernah berkata kepada para pemuda di zamannya:

“Selamat datang kepada siapa saja yang telah diwasiatkan oleh rasulullah. Rasul pernah berwasiat kepada kami (para sahabat) agar kami memberikan keluasan majelis bagi para pemuda, dan rasul mewasiatkan kepada kami untuk menjadikan kalian paham tentang hadits. Sesungguhnya kalian semua adalah pelanjut estafet dakwah kami, pengganti kami, dan kalian adalah ahlul hadits setelah kepergian kami nanti.”

Maka lihatlah bagaimana perhatian rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada generasi muda yang telah beliau pesankan dalam wasiat kepada para sahabatnya.

Demikian pula Abu Sa’id Al Khudry radhiyallahu ‘anhu ketika bertemu dengan seorang pemuda, beliau berkata:

“Wahai putra saudaraku, jika engkau meragukan sesuatu tentang urusan agama, tanyalah kepadaku sampai engkau bisa yakin kebenaran pada dirimu. Sungguh, engkau berpisah dariku  dalam keadaan sudah yakin tentang sesuatu dalam agama lebih aku cintai daripada engkau berpaling pergi sementara ada yang tidak engkau pahami tentang agama.”

Yang terakhir, perkataan Abdullah ibnu Mas’ud ketika bertemu dengan pemuda:

“Selamat datang kepada sumber-sumber ilmu dan hikmah, selamat datang kepada pelita-pelita kegelapan, baju kalian mungkin usang, akan tetapi kalbu kalian masih baru, kalian lebih banyak berada di dalam rumah, dan kalian akan menjadi harum semerbak di setiap kabilah kalian.”

Antum tidak perlu berkecil hati. Itulah gambaran seorang pemuda yang diinginkan oleh agama.

Semoga Allah jadikan kita pemuda-pemuda yang berkualitas bagi umat ini.

Semoga Allah jadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang shalih, yang tumbuh kembang kita, gerakan langkah kita, ucapan, dan setiap tingkah laku kita sesuai dengan tuntunan rasulullah.

Semoga Allah jaga masa muda kita.

Semoga Allah anugerahkan kepada kita istiqamah hingga tutup usia …

Semoga Allah kumpulkan kita bersama kembali di surga yang tertinggi.

Yuk, simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman di bawah ini ya !!!

Lihat video kajian lainnya dengan KLIK DISINI

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button
Close
Close