AqidahArtikel IslamArtikel Pilihan

Pembatal Keislaman Ke-10

Berpaling dari agama allah ta’ala, dengan tidak mempelajarinya dan tidak beramal dengannya

Pembatal tauhid atau keislaman yang kesepuluh adalah berpaling dari agama Allah ta’ala, dengan tidak mempelajarinya dan tidak beramal dengannya.

Ketika seorang muslim akan melakukan sebuah amalan harus mengetahui terlebih dahulu hukum secara syariat islam dari amalan yang akan ia lakukan. Apakah amalan yang akan ia lakukan dibolehkan atau justru dilarang dan diharamkan oleh syariat islam.

Bagaimana seorang muslim bisa mengetahui hukum dari suatu amalan tanpa mempelajari syariat islam? Oleh karenanya, mempelajari agama allah, syariat-syariat yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah hal yang sangat penting. Agar ketika seorang muslim melakukan suatu amalan, tidak melakukan amalan yang salah dan diharamkan oleh agama, terlebih lagi melakukan amalan yang dapat mengeluarkannya dari agama islam dikarenakan tidak mengetahui hukum dari amalan yang telah ia lakukan. Allah ta’ala telah memberikan peringatan yang sangat jelas, sebagaimana yang telah tercantum pada firman-Nya :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta(QS. Taha: 124)

Adapun orang yang sudah mempelajari agama Allah namun ia tidak mau beramal dengannya, maka ia termasuk kedalam golongan orang-orang yang dimurkai, sebagaimana firman Allah ta’ala :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ (7)

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (nasrani). (QS. Al-Fatihah :6-7)

Dari sedikit penjelasan diatas sudah jelas, bahwasanya mempelajari agama Allah merupakan salah satu pedoman kita dalam melakukan amalan-amalan sholeh. Barang siapa meninggalkan agama allah, maka sungguh tauhid atau keislamannya telah rusak. Sama halnya dengan orang yang telah mempelajari agama Allah namun ia tidak mau beramal dengannya maka dia termasuk orang-orang yang dimurkai oleh Allah ta’ala.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close