Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Keistimewaan Bulan Muharram

Keistimewaan Bulan Muharram
Khutbah Jum’at, 05 Agustus 2022
Ustadz Abu Zulfa

Alhamdulillah, saat ini kita berada di tanggal 07 Muharram, belum keluar dari 10 awal bulan Muharram. Berkata Al-Imam Abu Utsman an Nahdi rahimahullah “dahulu mereka para salaf mengagungkan 3 yang 10”, yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, dan 10 hari pertama di bulan Muharram. Dan semoga kita tidak pernah lupa firman Allah ta’ala;

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu” (QS. At-Taubah 36)

Allah ta’ala berfirman dalam hadist qudsi-Nya

Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi

Dan bulan Muharram termasuk di dalam 4 yang Allah ta’ala haramkan, dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

Dalam satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Dzulqaidah, Dzulhijah, dan Muharam. Kemudian Rajab yang berada di antara Jumadil (Akhir) dan Syaban.” (HR Bukhari dan Muslim)

Berkata Qatadah rahimahullahu:

Sesungguhnya kedzaliman di bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya dari pada kedzaliman di selain 4 bulan haram tersebut, walaupun setiap kedzaliman besar di sisi Allah akan tetapi Allah membesarkan perkaranya apa yang Ia kehendaki”.

Kemudian bulan Muharram ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan dalam sebuah hadits menisbatkan bulan Muharram ini kepada Allah ta’ala. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Al-Muharram. Dan sebaik-baik salat setelah salat Fardhu, adalah salat malam” (HR. Muslim, Hadits No. 1982)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah menamai bulan Muharram dengan “Bulannya Allah” dan menyandarkan bulan tersebut kepada dirinya, menunjukkan akan keutamaan, kemuliaan bulan tersebut. Karena Allah ta’ala tidak menyandarkan makhluk-makhluk-Nya kepada diri-Nya kecuali karena keagungan, kemuliaan makhluk-makhluk tersebut.

Dan terdapat puasa di bulan Muharram yang mana kaum musyrikin jahiliah berpuasa di bulan tersebut yaitu pada tanggal 10 bulan Muharram, mengagungkan bulan tersebut, mengagungkan hari tersebut. Dari Aisyah radiyallahu ta’ala anha beliau berkata ”Di zaman jahiliyah dahulu, orang Quraisy biasa melakukan puasa ’Asyura. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga melakukan puasa tersebut. Tatkala tiba di Madinah, beliau melakukan puasa tersebut dan memerintahkan yang lain untuk melakukannya. Namun tatkala puasa Ramadhan diwajibkan, beliau meninggalkan puasa ’Asyura. (Lalu beliau mengatakan:) Barangsiapa yang mau, silakan berpuasa. Barangsiapa yang mau, silakan meninggalkannya (tidak berpuasa).” (HR. Bukhari no. 2002 dan Muslim no. 1125)

Bulan Muharram diagungkan dan dimuliakan oleh orang-orang kafir, orang-orang musyrikin jahiliyah, bagaimana dengan keadaan kita pada hari ini yang Allah berikan hidayah pada hati-hati kita untuk memeluk agama islam? Bagaimana pengagungan kita pada bulan Muharram ini?

Sudah masyhur di kalangan kita semua, bahwasanya di tanggal 10 Muharram sangat dianjurkan untuk kita berpuasa di tanggal tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dari hadits Abu Qatadah;

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura’ (10 Muharram) beliau bersabda puasa tersebut menghapuskan dosa setahun ke belakang dan puasa hari Asyura’ aku (Muhammad) berharap kepada Allah mengahpuskan dosa setahun ke belakang

Maka hendaknya kita berusaha untuk berpuasa pada hari tersebut, sekalipun hukumnya sunnah kita memperbanyak amalan-amalan sunnah. Mungkin bisa jadi amalan wajib kita masih kurang, tidak kita tunaikan dengan sebaik-baiknya, maka nanti di hari kiamat kelak akan ditampakkan amalan-amalan wajib dan amalan-amalan sunnah yang kita lakukan.

Dalam sebuah hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

Lihatlah apakah hambaku ini mempunyai amalan tambahan selain amalan wajib, kemudian dilengkapi (disempurnakan) amalan wajib yang masih kurang dengan amalan sunnah tersebut kemudian semua amalannya dilakukan cara semacam itu

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda Allah ta’ala berfirman dalam hadist qudsyi yang lain;

tidak lah seorang hamba mendekatkan diri kepadaku dengan sesuatu yang lebih afdhal dari pada dengan sesuatu yang aku wajibkan atasnya dan senantiasa mendekatkan diri kepadaku dengan sesuatu yang aku sunnahkan sampai aku mencintainya

Maka hendaklah kita juga berusaha berpuasa sehari sebelum atau sehari sesudah dari tanggal 10 bulan Muharram tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Apabila di tahun depan saya masih hidup maka kita akan puasa tanggal 9, akan tetapi sampai tahun depan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah meninggal dunia”

Semoga Allah ta’ala memudahkan kita untuk senantiasa beramal shaleh kebaikan dengan segala bentuk ketaatan kepada Allah ta’la. Semoga Allah ta’ala menerima ketaatan yang kita kerjakan dan semoga Allah ta’ala memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan dan kemuliaan.

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close