Artikel IslamArtikel Pilihan

Pembatal Keislaman I (Syirik)

Pada definisi tauhid telah dijelaskan bahwa tauhid adalah pondasi dari keimanan, seorang muslim bisa dikatakan kuat imannya jika tauhid yang menjadi landasan iman tersebut juga kuat. Namun ada beberapa amalan yang dapat menjadi pembatal bagi tauhid yang menjadi pondasi keimanan ini.

Syirik artinya menyekutukan atau menyamakan Allah dengan makhluk maupun dengan ciptaan-Nya. Hal ini sangat bertentangan dengan definisi tauhid, bahkan menyelisihi semua ketetapan dari setiap pembagian tauhid. Syirik menyelisihi rububiyah allah, yakni menyamakan kekhususan Allah dalam hal penciptaan, mengatur alam, mengabulkan do’a, memberi rizki dan kekhususan lain yang hanya Allah yang dapat melakukannya. Syirik juga menyelisihi uluhiyah allah, yaitu dengan melakukan peribadahan yang seharusnya hanya ditujukan untuk Allah, namun justru melakukan peribadahan yang ditujukan untuk selain Allah. Yang terakhir, syirik juga menyelisihi kekhususan nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai Ar-Rahman, Maha melihat, Maha mendengar, Mengetauhi yang ghaib, dan yang lainnya.

Syirik merupakan perbuatan dosa yang paling besar dan merupakan dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(QS. An-Nisa’ : 48)

Selain merupakan dosa besar syirik juga merupakan kezaliman yang paling zalim dan syirik juga menjadi penyebab diharamkannya surga dari seorang hamba, bahkan syirik juga penyebab dimasukkannya seorang hamba ke dalam neraka kemudian kekal didalamnya. Allah ta’ala berfirman :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar“. (QS. Luqman : 13)

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah : 72)

            إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.(QS. Al-Bayyinah : 6)

Sedikit dalil di atas dari sekian banyaknya dalil yang ada dapat menggambarkan betapa pedihnya balasan untuk orang yang berbuat syirik.

Orang yang melakukan kesyirikan dan belum bertaubat, maka semua amal sholeh yang telah dilakukan tertolak. Bahkan amalan sholeh yang telah lalu akan terhapus dan hilang bagaikan debu yang berterbangan. Allah ta’ala berfirman :

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi (QS. Az-Zumar : 65)

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنثُورًا

Dan kami tunjukkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.(QS. Al-Furqon : 23)

Dari apa yang telah dijelaskan diatas, maka sudah menjadi keharusan bagi seorang muslim untuk menjauhi dan membentengi diri dari perbuatan syirik. Dengan selalu memperkuat keimanan dan tauhid pada dirinya, serta selalu melaksanakan amalan-amalan sholeh sesuai dengan tuntunan rasulullah shalallhu ‘alaihi wassalam. Karena terkadang ada orang yang semangat melakukan suatu amalan dan mengira bahwa amalan itu merupakan amalan sholeh dan berpahala besar. Namun tanpa ia sadari ternyata di dalam amalan tersebut terkandung perbuatan syirik, maka sangatlah penting agar sebelum melaksanakan suatu amalan hendaknya mengetahui terlebih dahulu ilmunya dan mengetahui apakah amalan tersebur sesuai dengan ajaran panutan umat muslim rasulullah shalallhu ‘alaihi wassalam atau tidak, sehinggal amalan yang telah dilakukan tidak sia-sia serta menuai pahala.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close