Artikel IslamArtikel Pilihan

Pembatal Keislaman VIII

Menolong Orang Musyrik dan Membantu Mereka Dalam Melawan Kaum Muslim

Pembatal tauhid atau keislaman yang kedelapan adalah menolong orang musyrik dan membantu mereka dalam melawan kaum muslim. Allah ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin (loyal kepada mereka), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(QS. Al-Maidah: 51)

Indonesia merupakan negara yang dihuni oleh berbagai macam penduduk yang memiliki pemahaman yang berbeda-beda, termasuk dalam hal beragama. Sebagai warga negara yang baik seorang muslim harus ikut andil dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara tersebut. Demi menjaga kesatuan dan persatuan negara ini seorang muslim harus menjaga hubungan baik dengan warga negara yang lain, termasuk dengan warga negara yang beragama selain islam ataupun dengan orang musyrik. Allah ta’ala berfirman :

لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah : 8)

Pada ayat di atas Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik, menyambung silaturahmi, membalas kebaikan, berbuat adil kepada orang-orang musyrik, baik dari keluarga maupun orang lain. Selama mereka tidak memerangi kalian karena agama dan selama mereka tidak mengusir kalian dari negeri kalian. Maka tidak mengapa kalian menjalin hubungan dengan mereka karena menjalin hubungan dengan mereka dalam keadaan seperti ini tidak ada larangan dan tidak ada kerusakan. Namun dalam bermasyarakat dengan mereka tentu ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar, yaitu :

  1. Meyakini dan tidak meragukan kekafiran mereka.
  2. Meyakini kesesatan akidah mereka serta tidak berhukum dengan kitab-kitab mereka.
  3. Tidak menjadikan mereka sebagai penolong setia serta mempercayakan urusan yang berkaitan dengan kaum muslimin kepada mereka.
  4. Tidak menolong orang kafir dalam menindas kaum muslim.
  5. Tidak hadir, memberi ucapan ataupun membantu mereka dalam penyelenggaraan hari besar mereka.
  6. Berkasih sayang dengan mereka.
  7. Tidak hadir bersama mereka ketika menghina kaum muslim.
  8. Tidak menyerupai mereka dalam hal yang khusus bagi mereka

Beberapa hal di atas merupakan sebagian dari batasan yang harus dijaga kaum muslimin ketika bermasyarakat dengan kaum musyrikin maupun orang kafir. Dengan mengetahui batasan-batasan tersebut, seorang muslim dapat tetap hidup bermasyarakat dengan baik serta ikut andil dalam menjaga kesatuan dan persatuan suatu negara serta tidak menimbulkan konflik ataupun hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan tentram dan damai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close