Rendah Hati Kepada Kaum Muslimin
Download Kajian

Rendah Hati Kepada Kaum Muslimin

Rendah Hati Kepada Kaum Muslimin
Ust Rizal Yuliar Putrananda
28 Februari 2022

Kita lanjutkan kembali kebersamaan kita dalam mengkaji kitab Riyadhush Shaalihiin, Karya Al-Imam Yahya Ibnu Saraf An-Nawawi rahimahullah dan pada pertemuan sebelumnya kita telah mengkaji sebuah bab yang cukup penting yaitu anjuran untuk Menjauhi Kerusakan dan Ketergelinciran Agama. Namun demikian hal ini bukan berarti kita memutus hubungan sosial dengan manusia, tetap berkomunikasi, berinteraksi sosial dengan segenap masyarakat luas, di atas tuntunan akhlak yang mulia sesuai dengan yang telah dituntunkan oleh Allah ta’ala dan sunnah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadits yang shahih dibawakan oleh Abdullah Ibn Umar Radiyallahu anhuma Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda;

Seorang mukmin yang bergaul, berinteraksi dengan manusia dan dia sabar akan gangguan mereka, lebih afdhal (lebih baik) dari seorang mukmin yang tidak berinteraksi sosial bersama mereka serta tidak bersabar akan gangguan dari mereka” (HR. Imam Ahmad, Imam Ibnu Majah, Imam At-Thabrani).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seakan membuat perbandingan.

Ada dua mukmin, yang satu bergaul dengan masyarakat dan ia berusaha bersabar akan gangguan yang dihadapinya dari mereka. Yang ke dua juga mukmin tapi dia tidak bergaul dengan mereka, mengurung diri dari bergaul, tidak berinteraksi bersama mereka karena dia tidak sabar menghadapi gangguan mereka.

Maka kata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yang pertama yang tetap menjaga jalinan hubungan interaksi sosial ini namun bersabar akan gangguan  yang mungkin terjadi, yang seperti ini lebih afdhal daripada yang eksklusif bahkan tidak mengenal tetangganya sendiri.

Ini perlu digabungkan, agar kita tidak keliru memahami tuntunan, anjuran untuk menyendiri. Menyendiri yang dimaksud adalah karena ada tujuan yaitu menjaga diri jangan sampai terkena dampak negatif dan kerusakan. Namun bukan berarti tidak berinteraksi sosial dengan mereka. Silahkan jaga interaksi tersebut, bertetangga dengan baik, berinteraksi dengan baik namun ia membatasi dirinya agar jangan sampai terkena kerusakan dan dampak negatif kerusakan tersebut.

Selanjutnya Al Imam An-Nawawi rahimahullahu menyambung dengan bab yang tidak kalah penting dan ada hubungannya dengan pembahasan sebelumnya, pada bab ke 71 penulis membawa bab tentang “Rendah hati (bersikap baik) kepada segenap kaum mukminin”.

Yuk, simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman di bawah ini ya, baarakallahu fiikum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close