
Menjauhi Kerusakan dan Ketergelinciran Agama
Menjauhi Kerusakan dan Ketergelinciran Agama
Ust Rizal Yuliar Putrananda
21 Februari 2022
Pada pertemuan malam hari ini, sambil menunggu datangnya waktu shalat Isya kita kembali mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dengan mengkaji ayat-ayat-Nya, mempelajari hadits-hadits rasul-Nya yang semoga tercatat sebagai bekal terbaik kita saat nanti kita menjumpai Allah ta’ala. Maka kesempatan, kemudahan dan taufiq yang Allah berikan kepada kita saat ini pantaslah kiranya untuk dapat kita syukuri bersama.
Kita lanjutkan kebersamaan kita dalam mengkaji kitab Riyadhush Shaalihiin, Karya Al-Imam Yahya Ibnu Saraf An-Nawawi rahimahullah dan tidak terasa pula kita sudah sampai pada Bab ke-69. Bab yang sebenarnya masih tersambung pada bab sebelumnya yaitu Bab Al Wara’ (meninggalkan segala sesuatu yang berpotensi mendatangkan bahaya di akhirat).
Pada bab ke-69 kali ini judul Babnya adalah “Anjuran untuk menyendiri tatkala terjadi kerusakan di tengah manusia atau di zaman yang sedang bergulir serta anjuran untuk takut (khawatir) dari ketergelinciran fitnah di dalam agama”.
Seakan-akan bab ini menjadi cerminan di hadapan kita, terlebih sekarang pergaulan itu tidak hanya ada di dunia nyata, tapi pergaulan begitu tanpa batas di dunia maya.
Di antara do’a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:
“Yaa Allah seandainya Engkau hendak menyiksa, menurunkan adzab disebabkan ulah dosa manusia di tengah kaum tertentu dan aku berada di tengah mereka, Yaa Allah wafatkan aku agar tak terkena adzab bersama mereka”
Allah ta’ala berfirman:
فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِ ۗاِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
“dan larilah kalian menuju Allah, sesungguhnya aku (Rasulullah) pembawa peringatan yang nyata untuk kalian” (QS. Az-Zariat : 50)
Yuk, simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman di bawah ini ya, baarakallahu fiikum.
Link Pertama
Link Kedua
Link Ketiga
Link Keempat