Senyum, Salam, Sapa Tuntunan Islam - pesantrenluluwalmarjan.org
Download KajianKajian IslamKajian Rutin

Senyum, Salam, Sapa Tuntunan Islam

Senyum, Salam, Sapa Tuntunan Islam
Ust Rizal Yuliar Putrananda
29 April 2024

Kita melanjutkan pembahasan kitab Riyadush Shalihin karya Al-Imam Yahya bin Syarof An-Nawawi rahimahullah .

Selanjutnya setelah pembahasan pada bab Bersin, Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menyambung dengan bab yang luar biasa yaitu Bab “Anjuran disukainya menjabat tangan seorang muslim ketika berjumpa, memberikan salam dan berwajah ceria, mencium tangan orang yang shalih atau mencium anaknya atas dasar kasih sayang dan memeluk orang yang baru tiba dari safar dan tidak disukainya menunduk”. Di dalam bab ini terdapat beberapa hadits, hadits yang pertama:

عَنْ قَتَادَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسٍ أَكَانَتْ الْمُصَافَحَةُ فِي أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ

Dari Abul Khattab Qatadah beliau berkata “Aku berkata kepada Anas bin Malik radhiyallahu anhu, apakah dahulu para sahabat saling berjabat tangan? Kemudian Anas menjawab “Ia ada”. (HR. Bukhari)

Dari sini diketahui bahwa berjabat tangan itu Sunnah (dianjurkan).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau berkata “ketika orang-orang Yaman datang maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ وَهُمْ أَوَّلُ مَنْ جَاءَ بِالْمُصَافَحَةِ

Orang-orang Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang yang pertama kali melakukan jabat tangan” (HR. Abu Dawud)

Mari, kita simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman video di bawah ini, baarakallahu fiikum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close