Shalat Berjama'ah Wajib Bagi Laki-Laki
Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Shalat Berjamaah Wajib Bagi Laki-laki

Shalat Berjamaah Wajib Bagi Laki-laki
7 November 2025
Ustadz Dhiya’ul Abrar

Allah ta’ala sang pencipta, Allah menciptakan alam semesta, Allah ciptakan bumi dan seisinya dan dijadikan bumi ini sebagai hamparan. Namun di antara kasih sayang Allah ta’ala, Allah memiliki rumah-rumah di atas muka bumi ini,itulah masjid-masjid Allah, yang mana Allah ta’ala berfirman:

فِی بُیُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرۡفَعَ وَیُذۡكَرَ فِیهَا ٱسۡمُهُۥ یُسَبِّحُ لَهُۥ فِیهَا بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡـَٔاصَالِ (٣٦) رِجَالࣱ لَّا تُلۡهِیهِمۡ تِجَـٰرَةࣱ وَلَا بَیۡعٌ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِیتَاۤءِ ٱلزَّكَوٰةِ یَخَافُونَ یَوۡمࣰا تَتَقَلَّبُ فِیهِ ٱلۡقُلُوبُ وَٱلۡأَبۡصَـٰرُ (٣٧)

(Cahaya itu ada) di rumah-rumah yang telah Allah perintahkan untuk dimuliakan dan disebut di dalamnya nama-Nya. Di dalamnya senantiasa bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang, orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat)
(QS. An Nur 36-37)

Masjid adalah rumah-rumah Allah ta’ala di atas muka bumi ini, maka bagi kita hamba-hamba Allah yang beriman untuk senantiasa memakmurkan rumah-rumah Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّمَا یَعۡمُرُ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ یَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰۤ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَن یَكُونُوا۟ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِینَ

Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk
(QS. At Taubah: 18)

Adapun orang-orang musyrik (kafir) mereka tak layak untuk memakmurkan rumah-rumah Allah. Allah ta’ala berfirman:

مَا كَانَ لِلۡمُشۡرِكِینَ أَن یَعۡمُرُوا۟ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ شَـٰهِدِینَ عَلَىٰۤ أَنفُسِهِم بِٱلۡكُفۡرِۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَـٰلُهُمۡ وَفِی ٱلنَّارِ هُمۡ خَـٰلِدُونَ

Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedangkan mereka bersaksi bahwa diri mereka kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amal mereka dan di dalam nerakalah mereka kekal
(QS. At Taubah 17)

Sebagai seoramg mukmin hendaknya hati kita senantiasa tertaut kepada rumah Allah ini. Sebuah rumah yang kita kembali saat rindu datang menghampiri, sebuah rumah yang kita beristirahat dari hiruk pikuk urusan dunia ini, sebuah rumah yang kita berlindung dari segala macam keburukan, sebuah rumah yang kita merengek berkeluh kesah, berharap kepada sang pemilik rumah tersebut. Allah ta’ala berfirman:

وَأَنَّ ٱلۡمَسَـٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدۡعُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدࣰا

Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah. Maka, janganlah menyembah apa pun bersamaan dengan (menyembah) Allah
(QS. Al Jin 18)

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan, mereka orang-orang yang hatinya senantiasa terkait, tertaut dengan rumah Allah, maka dia akan mendapatkan naungan pada hari kiamat.

سبعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ في ظِلِّهِ يومَ لا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ

Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan (perlindungan) dari Allah dibawah naunganNya (pada hari kiamat) yang ketika tidak ada naungan kecuali naunganNya.

Kemudian di antaranya adalah:

ورجلٌ قلبُهُ مُعَلَّقٌ بِالمسجدِ

Seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memberikan kabar gembira, beliau bersabda:

بشرِّ المشائينَ في الظلمِ إلى المساجدِ، بالنورِ التامِّ يومَ القيامةِ

Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.
(HR. Abu Daud)

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam memberikan kabar gembira:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنَ الْجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

Barangsiapa berangkat ke masjid di pagi hari dan sore hari, maka Allah akan menyediakan baginya tempat tinggal (hidangan) di surga setiap kali dia berangkat atau kembali.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, di antara cara memakmurkan masjid yang paling utama dan paling agung adalah dengan kita sholat jama’ah di dalam rumah Allah ini. Sholat adalah salah satu rukun dari rukun Islam yang 5. Sebuah ibadah yang kata Nabi shallallahu ’alaihi wasallam sebagai tiang agama, sebuah ibadah yang begitu istimewa. Sampaipun ketika Allah ta’ala ingin mewajibkan bagi umat ini sholat, Allah undang Nabi shallallahu ’alaihi wasallam ke sidratul muntaha.

Sholat merupakan bukti keimanan, pembeda antara kita kaum mukmin dan mereka orang-orang kafir. Sholat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat. Rasulullah shalllallahu ’alaihi wasallam bersabda:

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi
(HR. Tirmizi)

Dalam riwayat lain sholat merupakan barometer amal ibadah yang lainnya, para ulama mengatakan sholat bagaikan hati bagi tubuh manusia, sholat merupakan tolak ukur bagi amal-amal kita yang lainnya. Sholat adalah perkara yang begitu agung, sehingga Allah ta’ala memerintahkan kita untuk senantiasa ruku’ bersama orang-orang yang ruku’

وَأَقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّ ٰ⁠كِعِینَ

Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.
(QS. Al Baqarah 43)

Nabi shallallahu ’alaihi wasallam memberikan perbandingan antara seorang yang sholat sendiri dengan seorang yang sholat jama’ah:

Seorang yang sholat sendiri dia mendapatkan satu pahala adapun seorang yang sholat bersama kaum muslimin dia mendapatkan 27 pahala
(HR. Muslim)

Seakan-akan orang yang sholat sendiri di rumahnya dia baru bisa menggapai satu kali sholat bersama jama’ah dalam 5 hari bahkan lebih, maka mari kita makmurkan rumah Allah ini dengan senantiasa menjaga sholat jama’ah di dalamnya.

Ada di antara manusia yang mereka menampakkan keimanan mereka, namun sejatinya di dalam hati mereka dipeuhi dengan kekufuran, mereka adalah orang-orang munafik. Allah ta’ala berfirman:

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْۚ وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًاۖ

Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk salat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali.
(QS. An Nisa 142)

Maka benarlah apa yang dikatakan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ’anhu:

Barangsiapa yang ingin ketika berjumpa dengan Allah esok (pada hari kiamat) dalam keadaan sebagai muslim, maka hendaknya dia menjaga shalat-shalat lima waktu di tempat dikumandangkan adzan (yaitu di masjid).

Karena Allah ta’ala telah menetapkan bagi nabi kita, nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam sunnah-sunnahnya yang menjadi petunjuk untuk kita umatnya. Dan sholat jama’ah di masjid merupakan sunnah nabi dan petunjuk bagi ummatnya. Kalau sekiranya kalian meninggalkan sholat jama’ah dan sholat di rumah-rumah kalian, maka sejatinya kalian sudah meninggalkan sunnah nabi kalian. Dan kalau sekiranya kalian meninggalkan sunnah nabi kalian, kalian pasti akan tersesat.

Tidak ada seorang laki-laki yang dia bersuci kemudian menyempurnakannya, kemudian dia menuju masjid Allah akan dicatat baginya setiap langkah yang ia lakukan menuju masjid sebagai catatan kebaikan, Allah angkat derajatnya, Allah hapuskan dosa-dosanya dengan langkah-langkahnya. Sungguh aku telah melihat di antara kami para sahabat tidak ada seorangpun yang meninggalkan sholat jama’ah di dalam masjid kecuali mereka adalah orang-orang munafik yang jelas kemunafikannya, bahkan ada di antara mereka seorang yang didatangkan meskipun harus dipapah dengan dua orang yang membantunya. (HR. Muslim)

Itulah semangat mereka generasi terbaik umat ini, mereka tidak malas, bahkan ada salah seorang sahabat yang Allah uji dengan penglihatannya, saat beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:

يقول النبيُّ ﷺ: مَن سمع النِّداء فلم يأتِ فلا صلاةَ له إلا من عذرٍ، وجاءه ﷺ رجلٌ أعمى وقال: يا رسول الله، ليس لي قائدٌ يُلائمني في المسجد، فهل لي من رخصةٍ أن أُصلي في بيتي؟ فقال عليه الصلاة والسلام: هل تسمع النِّداء بالصلاة؟ قال: نعم، قال: فأجب “

Barangsiapa yang mendengar panggilan adzan kemudian dia enggan datang memenuhi panggilan tersebut maka sholatnya tidak akan sempurna kecuali dengan udzur, maka seorang sahabat tersebut meminta keringanan karena beliau tidak memiliki seorang yang menuntunnya sampai ke masjid, maka Nabi sallallahu ’alaihi wasallam berkata: apakah engkau mendengar panggilan untuk menunaikan sholat, beliau berkata ”Iya”, maka jawablah panggilan tersebut. (HR. Muslim)

Alhamdulillah, kita diberikan kesehatan oleh Allah ta’ala, harusnya sebagai rasa syukur kita kita mejaga ibadah ini. Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita baarakallahu fiikum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close