Sifat Malu - pesantrenluluwalmarjan.org
Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Sifat Malu

Sifat Malu
28 November 2025
Ustadz Aria Sofyan

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَدَّ حَيَاءً مِنَ الْعَذْرَاءِ فِي خِدْرِهَا

Nabi adalah orang yang lebih pemalu daripada anak gadis perawan yang dipingit di kamarnya
(HR. Muslim)

Di dalam hadits yang lainnya juga, dari Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ﷺ berkata:

ألا أسْتَحِي من رجل تَسْتَحِي منه الملائكةُ

Tidakkah aku malu kepada seseorang yang para malaikat malu kepadanya?!
(HR. Muslim)

Dua hadits ini menunjukkan kepada kita suatu sifat yang agung dan mulia yaitu sifat malu. Di mana sifat malu ini juga dimiliki oleh hamba Allah yang mulia yaitu Malaikat dan Nabi kita, Nabi Muhammad . Oleh karena itu, sifat malu ini dijadikan akhlak di dalam ajaran agama islam ini.

Dari sahabat, Abdullah ibnu Abbas radiyallahu anhuma, Rasulullah  bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا وَخَلُقُ اْلإِسْلاَمِ الْـحَيَاءُ

Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak agama Islam adalah malu
(HR. Ibnu Majah)

Oleh karena itu, marilah kita berusaha sekuat tenaga, semaksimal mungkin menghadirkan rasa malu ini di dalam diri-diri kita. Hendaklah kita senantiasa menghiasi diri kita dengan rasa malu ini, karena rasa malu ini menunjukkan tingkat keimanan seseorang, rasa malu ini menunjukkan kesempurnaan iman seseorang.

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah  bersabda:

الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ

Sifat malu itu merupakan cabang dari keimanan
(HR. Bukhori)

Di dalam hadits yang lainnya, dari sahabat Abdullah ibnu Umar radhiyallahu ’anhuma, Rasulullah  bersabda:

اَلْـحَيَاءُ وَ اْلإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِـيْعًا ، فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلاَ خَرُ

“Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya.
(HR. Imam Hakim)

Dan tatkala seseorang mempunyai rasa malu di dalam dirinya, dirinya dihiasi rasa malu, maka sungguh dia akan mendapatkan begitu banyak kebaikan, sungguh dia akan mendapatkan di depannya kebaikan yang banyak. Dari sahabat Imron Ibn Husein radhiyallahu ’anhu, Rasulullah  bersabda:

الحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلاَّ بِخَيرٍ

“Malu itu tidak membawa kecuali kebaikan.
(HR. Bukhori)

Diriwayat juga dari sahabat Imron Ibn Husein radhiyallahu ’anhu, Rasulullah  bersabda:

الحَيَاءُ كُلُّهُ خَيرٌ

“Malu itu seluruhnya baik
(HR. Muslim)

Dan salah satu kebaikan yang bisa diperoleh, didapatkan seseorang tatkala dirinya menghiasi dengan rasa malu ini, yaitu dia akan terhindar dari perbuatan yang jelek, dia akan menjauhi hal-hal yang diharamkan, dia akan menjauhi berbagai macam bentuk kemaksiatan. Dari sahabat Abu Mas’ud Uqbah Bin Amr radhiyallahu ’anhu, Rasulullah  bersabda:

إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

“Jika kalian tidak malu, maka berbuatlah sekehendak kalian
(HR. Bukhori)

Maka berkata Al Baghawi rahimahullah tentang hadits tersebut di atas bahwa hadits ini mempunyai makna ”sifat malu akan menghalangi seseorang dari kemaksiatan atau salah satu sebab seseorang menjauhi kemaksiatan”. Begitu pula berkata Abul Hasan As Sindi rahimahullah tentang kandungan hadits ini bahwasanya ”Sifat malu ini adalah salah satu penghalang bagi seseorang untuk melakukan kejelekan-kejelekan”. Dan tatkala seorang muslim memiliki rasa malu di dalam dirinya, dirinya dihiasi dengan rasa malu, bisa jadi ini adalah salah satu sebab dia dicintai oleh Allah ta’ala.

Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah ta’ala ta’ala Ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita baarakAllah ta’ala ta’alau fiikum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close