Syirik Menyeret Kepada Neraka
Artikel IslamKhutbah Jumat

Syirik Menyeret Kepada Neraka

Syirik Menyeret Kepada Neraka
20 September 2024
Ustadz Fathurrahman

Syirik adalah menyekutukan Allah, menyamakan Allah dengan selain-Nya dalam hal kekhususan yang dimiliki Allah ta’ala. Syirik adalah dosa yang paling besar, bahkan kondisi yang paling buruk adalah tidak diampuni bagi orang yang meninggal dalam keadaan syirik kepada Allah ta’ala. Allah ta’ala telah berfirman:

اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar
(QS. Luqman: 13)

Di dalam ayat yang lain, Allah ta’ala menegaskan:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki
(QS. An-Nisa: 48)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun menempatkan perbuatan syirik kepada Allah merupakan perkara yang membinasakan seseorang. Beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda:

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ

Jauhilah oleh kalian 7 hal yang membinasakan

Maka para sahabat pun bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا هُنَّ؟

“Ya Rasulullah, apa 7 hal tersebut?”

Maka nabi yang mulia mengatakan:

الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ

Dosa kesyirikan kepada Allah, dosa sihir, dosa membunuh seorang jiwa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala melainkan dengan alasan yang hak, dosa memakan harta riba, dosa memakan harta anak yatim, dosa berpaling dari medan perang dan dosa menuduh seorang wanita muslimah yang terhormat dengan tujuan yang keji
(HR. Bukhari dan Muslim)

Disebutkan di dalam hadits tersebut di atas dan ditegaskan bahwasanya perbuatan yang paling membinasakan tersebut adalah menyekutukan Allah ta’ala.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah ta’ala, tanpa berbuat syirik kepada Allah sedikitpun, ia masuk surga. Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah ta’ala dalam keadaan membawa dosa syirik, maka ia masuk neraka
(HR. Muslim no. 93)

Beberapa nas dari Al-Qur’an dan Hadist nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan tentang bahaya syirik. Bahkan lebih bahaya dari membunuh, berzina atau perbuatan-perbuatan dosa yang lain. Karena perbuatan syirik terkait dengan hak Allah, dan telah diketahui bersama bahwa hak Allah ta’ala adalah ditauhidkan (tidak dipersekutukan) oleh siapapun.

Di antara bahaya syirik adalah dapat menghapus seluruh amalan, Allah ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَشْرَكُوْا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan
(QS. Al-An’am: 88)

Di dalam ayat yang lain, Allah ta’ala menegaskan:

وَلَقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۚ لَىِٕنْ اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi
(QS. Az Zumar 65)

Bahaya yang kedua adalah pasti tempat kembalinya di neraka jahannam, Allah ta’ala telah berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۗوَقَالَ الْمَسِيْحُ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ ۗاِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوٰىهُ النَّارُ ۗوَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ

Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu
(QS. Al Ma’idah: 72)

Bahaya ketiga, syirik dapat meniadakan tauhid. Tauhid merupakan ajaran agung yang dibawa oleh para nabi dan rasul dari sejak dulu, karena tugas setiap nabi dan rasul adalah membawa peringatan agar manusia tidak berbuat syirik kepada Allah ta’ala. Di dalam Al-Qur’an telah disebutkan;

وَاذْكُرْ اَخَا عَادٍۗ اِذْ اَنْذَرَ قَوْمَهٗ بِالْاَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖٓ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّا اللّٰهَ ۗاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ

Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit-bukit pasir dan sesungguhnya telah berlalu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan setelahnya (dengan berkata), “Janganlah kamu menyembah selain Allah, aku sungguh khawatir nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar
(QS. Al Ahqaf: 21)

Di dalam hadits sahih, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

tatkala turun perinta dari Allah ta’ala supaya nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan peringatan kepada keluarganya yang paling dekat, maka nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil orang-orang quraisy, wahai orang-orang quraisy, gadaikanlah diri kalian dengan amal-amal shalih, aku tidak akan sanggup untuk membela kalian di hadapan Allah ta’ala kelak, wahai Abbas bin Abdul Muthalib gadaikanlah diri kalian dengan amal-amal shalih, aku tidak akan sanggup untuk membela engkau di hadapan Allah ta’ala kelak, wahai Sofiyah bibi Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam juga demikian aku tidak akan sanggup untuk membela engkau di hadapan Allah ta’ala kelak, wahai Fatimah putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mintalah dari hartaku apa yang kamu inginkan, namun ingat aku tidak akan dapat membelamu di hadapan Allah ta’ala kelak” (HR. Bukhari)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam betul-betul menekankan kepada seluruh kerabatnya yang terdekat agar tidak sekali-kali menyekutukan Allah ta’ala.

Semoga Allah ta’ala senantiasa menjaga kita dari beragam fitnah, menyelamatkan kita dari perbuatan syirik kepada Allah dan menutup semua jalan-jalan untuk mengantarkan kita kepada kesyirikan.

Sudah diketahui bahwasanya syirik begitu berbahaya bagi umat manusia, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memperingatkan umatnya bahkan beliau sampai merasa khawatir jangan-jangan umatnya terjangkit pada penyakit syirik tersebut. Beliau pun menutup beragam celah dalam rangka untuk mengantarkan seseorang menuju perbuatan syirik dan membentengi umat ini dengan tauhid kepada Allah ta’ala.

Dalam sebuah kisah, Ma’qil bin Yasar mengatakan bahwa dia pergi bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma ke tempatnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Wahai Abu Bakar, syirik itu di dalam diri kalian lebih tersembunyi dari jalannya semut,” Lalu Abu Bakar mengatakan: “Bukankah syirik itu orang yang menyekutukan Allah?”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَلشِّرْكُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ

Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya. Sungguh syirik itu lebih tersembunyi daripada jalannya semut

Rasulullah saallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan sebuah do’agar kita terhindar dari syirik, beliau bersabda:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu agar aku tidak menyekutukanMu sedang aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepadaMu atas perbuatan yang tidak aku ketahui
(HR. Bukhori)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengetahui sejak lama dan sejak beliau diutus bahwa di tengah-tengah umat ini akan terjangkit penyakit kesyirikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidak akan terjadi hari kiamat sampai beberapa qabilah (suku/kelompok) dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik dan sampai mereka menyembah berhala (segala sesuatu yang disembah selain Allah)”
(HR. Abu Dâwud)

Sepatutnya kita terus belajar, mempelajari bahaya syirik dan mengilmuinya bukan untuk mengamalkan namun untuk berhati-hati darinya. Ada yang mengatakan bahwa saya mempelajari keburukan bukan dalam rangka untuk mengamalkan keburukan tersebut, namun untuk menghindari dari keburukan tadi.

Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita baarakallahu fiikum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close