Artikel IslamArtikel Pilihan

Ramadhan Momentum Perubahan

Ramadhan Momentum Perubahan
Khutbah Jum’at, 01 April 2022
Ustadz Dimas Arif

Sebentar lagi kita akan berjumpa dengan bulan yang mulia dan ini merupakan kesempatan yang besar yang Allah anugerahkan kepada kita semuanya untuk kita bisa meraih pundi-pundi pahala dan ampunan Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala syariatkan bulan yang mulia ini bukan semata-mata untuk menyusahkan hamba-hambaNya dan juga bukan untuk memberatkan kita semuanya. Akan tetapi, karena Allah ta’ala ingin agar hati kita menjadi bening kembali. Allah menginginkan dengan adanya bulan Ramadhan, kita mendapatkan banyak pahala dan ampunan-Nya.

Allah menginginkan dengan bulan Ramadhan, kita dididik dengan pendidikan yang luar biasa. Sehingga menjadi hamba-hamba yang bertakwa kepada Allah Ta’ala. Oleh karenanya Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Allah menyebutkan hikmah dari berpuasa, yaitu agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Karena sesungguhnya takwa adalah modal utama untuk masuk ke dalam surga. Takwa merupakan bekal yang paling utama yang harus dikumpulkan selama di kehidupan dunia. Sebagaimana Allah ta’ala mengatakan:

فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

“Sesungguhnya sebaik-baiknya perbekalan adalah ketakwaan.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Di bulan Ramadhan, kalau kita perhatikan sepertinya kita akan merasakan lelah untuk menahan dahaga dan lapar. Akan tetapi dibalik itu ada sebuah perkara yang luar biasa. Ketika kita lelah, kelelahan itulah yang akan menimbulkan kebahagiaan.

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata:

وقد أجمع عقلاء كل أمة على أن النعيم لا يدرك بالنعيم

Semua orang-orang berakal bersepakat bahwa kesenangan tidak akan bisa diraih dengan cara bersenang-senang.”

Di dunia, kita tidak mungkin meraih kesenangan dunia dengan santai-santai, dengan bersenang-senang, dengan berleha-leha. Mereka yang ingin mendapatkan kesenangan dunia harus berkerja, berusaha banting tulang mencari harta.

Apakah jadinya kalau kita mengharapkan surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi tanpa adanya usaha untuk mendapatkannya? Oleh karenanya, mari kita berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai surga Allah ta’ala dengan memperbanyak peribadahan di bulan Ramadhan ini.

Orang yang beriman dan menginginkan surgaNya, ketika mengetahui di dalam bulan Ramadhan, banyak sekali kesempatan-kesempatan untuk mendapatkan ampunan dan pahala, ia pasti bergembira. Sedangkan orang yang hatinya mengharapkan dunia, maka dengan adanya bulan Ramadhan ia akan menjadikannya beban dalam hidupnya, bahkan berat terasa di hatinya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan kesempatan-kesempatan yang ada di bulan Ramadhan. Diantaranya beliau bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, dengan penuh keimanan dan mengharap pahala Allah ta’ala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”

Kemudian juga Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

“Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena imam dan berharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini merupakan kabar gembira bagi mereka yang senantiasa menjaga shalat tarawihnya, yang berusaha semaksimal mungkin untuk menghidupkan malam dengan bermunajat kepada Rabbnya dan berharap akan surgaNya. Maka mereka yang seperti ini dijanjikan oleh Allah dengan pahala yang besar, yaitu Allah ampuni dosa-dosanya.

Subhanallah, bayangkan dua kesempatan ini kita bisa melakukannya di bulan Ramadhan.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang bangun untuk ibadah di malam Lailatul Qadar karena iman dan berharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Malam lailatul qadar Allah sebutkan:

خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Lebih baik daripada 1.000 malam.” (QS. Al-Qadr: 3)

Artinya bila kita shalat tarawih di malam itu, maka lebih baik daripada kita shalat tarawih selama 1.000 malam. Apabila kita membaca alquran dimalam itu, maka itu lebih baik daripada membaca alquran selama 1.000 malam.

Subhanallah, ini merupakan kesempatan-kesempatan yang luar biasa yang Allah berikan untuk kita. Kita semua hamba Allah yang tak lepas dari dosa. Setiap hamba-hamba Allah pasti tak pernah lepas dari kesalahan. Maka Allah pun ingin dengan adanya bulan Ramadhan Allah ampuni dosa-dosa kita semuanya.

Maka sungguh celaka orang yang keluar dari bulan Ramadhan, ternyata tidak mendapatkan ampunan Allah. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Imam Ahmad bin Hambal. Bahwasannya Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Celaka lah seorang hamba, masuk padanya bulan Ramadhan, lalu keluar ia dari bulan Ramadhan dalam keadaan ia tidak mendapatkan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Kenapa ia tidak mendapatkan ampunan? Padahal kesempatan mendapatkan ampunan sangat besar di bulan Ramadhan. Karena ia menganggap Ramdhan sebagai beban saja dalam hidupnya. Dihatinya tidak ada cinta ibadah kepada Allah. Hatinya dipenuhi cinta kepada dunia dan syahwatnya. Ia merasa berat melewati hari-hari di bulan Ramadhan. Inilah yang Allah Ta’ala permisalkan mengenai orang-orang ahli kitab:

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا

“Perumpamaan orang-orang yang diberikan kepada mereka Taurat, kemudian mereka tidak membawanya dengan semestinya, itu seperti keledai yang membawa kitab-kitab besar.” (QS. Al-Jumu’ah : 5)

Taukah kita, mengapa Allah menyebutkan seperti keledai yang membawa kitab-kitab besar? Karena keledai tidak mengetahui kitab apa yang ada di punggungnya. Ia tidak tahu kalau di punggungnya tersebut kitab yang memberikan hidayah kepadaNya. Menurutnya, kitab itu hanyalah beban dalam hidupnya.

Maka siapa yang menganggap bahwa perintah-perintah Allah dan syariatnya hanyalah beban bagi hidupnya? Maka ia masuk di dalam ayat tersebut. Wal ‘iyadzu billahi

Maka dengan datangnya bulan Ramadhan, sambutlah bulan berkah ini dengan kegembiraan. Karena sungguh ini kesempatan kita semua untuk meraih ampunan Allah. Kesempatan kita untuk memperbaiki hati dan jiwa kita. Kesempatan kita menjadi hamba-hamba yang bertakwa kepada Allah Ta’ala.

Salafush shalih terdahulu ketika datang bulan Ramadhan, mereka bergembira. Bahkan mereka memberikan satu sama lainnya selamat akan datangnya bulan Ramadhan. Bahkan mereka berdo’a dan berharap kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Karena itu adalah merupakan kebahagiaan bahkan makanan pokok hati orang yang bertaqwa.

Para salafush shalih betul-betul menikmati Ramadhan dengan membaca Alquran. Mereka menikmati bulan Ramadhan dengan ibadah dan ketakwaan. Maka tidak aneh ketika Ramadhan telah hampir pergi mereka menangis sedih. Karena mereka merasakan kenikmatan yang luar biasa di dalam ibadah kepada Ar-Rahman.

Sementara kita, kita tidak merasakan kebahagiaan itu. Kita tidak mendapatkan kenikmatan ibadah tersebut. Ketika datangnya bulan Ramadhan, hati kita terkadang menjadi berat. Ketika Ramadhan hendak pergi, kita pun malah bergembira. Karena memang kita tidak merasakan kenikmatan-kenikmatan yang dirasakan oleh salafush shalih.

Marilah kita berusaha, bagaimana caranya Ramadhan ini menjadi sesuatu yang menikmatkan hati dan jiwa kita, menjadi sebuah kebahagiaan ketika kita bisa bermunajat kepada Allah Ta’ala.

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close