Artikel IslamArtikel Pilihan

Tatacara Wudhu Sesuai Ajaran Nabi Muhammad ﷺ

Kita mengaku sebagai ahlussunnah wal jamaah, namun apakah pernah muncul dalam benak kita terkait gerak-gerik kehidupan kita, apakah telah sesuai dengan ajaran nabi? Salah satu diantaranya yaitu tentang wudhu. Sudahkah wudhu kita benar dan sesuai dengan yang Nabi Muhammas ﷺ ajarkan? Betapa pentingnya wudhu tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits, bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

“Tidak ada sholat bagi orang yang tidak berwudhu. Dan tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah ta’ala atasnya.” (HR. Abu Dawud)

Pengertian Wudhu dan Tata Caranya

Wudhu secara bahasa adalah bersih dan baik. Namun secara syari wudhu bermakna; Menggunakan air yang thahur (suci dan mensucikan) pada anggota tubuh yang empat (yaitu wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki) dengan cara khusus menurut syari’at.

Allah ta’ala berfirman;

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS Al Maidah;6)

Dalam ayat di atas dijelaskan tata cara berwudhu secara umum yaitu; membasuh muka, kedua tangan, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki, namun dalam hadits berikut disebutkan tata cara yang lebih rinci:

حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ – رضى الله عنه – دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »..

Humran bekas budak Utsman memberitakan kepadanya bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu meminta diambilkan air wudhu kemudian dia berwudhu dengan membasuh kedua telapan tangannya sebanyak tiga kali. Kemudian dia berkumur-kumur dan ber-istintsar (mengeluarkan air yang dihirup ke hidung, pent). Kemudian dia membasuh wajahnya tiga kali. Kemudian dia membasuh tangan kanannya hingga siku sebanyak tiga kali. Kemudian dia membasuh tangan kiri seperti itu pula. Kemudian dia mengusap kepalanya. Kemudian dia membasuh kaki kanannya hingga mata kaki sebanyak tiga kali. Kemudian dia membasuh kaki kiri seperti itu pula. Kemudian Utsman berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu berwudhu seperti yang kulakukan tadi. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang berwudhu seperti caraku berwudhu ini kemudian bangkit dan melakukan sholat dua raka’at dalam keadaan pikirannya tidak melayang-layang dalam urusan dunia niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.” (HR. Muslim dan Bukhari).

Dari hadits di atas. kita bisa menyimpulkan tentang tata cara wudhu yang sesuai Nabi ajarkan dengan urutan sebagai berikut:

  1. Mencuci kedua tangan
  2. Berkumur dan beristintsar (menyemprotkan air yang sudah dimasukan ke hidung). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya nabi muhammad ﷺ pernah bersabda :

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَنْشِقْ بِمَنْخِرَيْهِ مِنَ الْمَاءِ ثُمَّ لْيَنْتَثِرْ

“Apabila salah seorang dari kalian berwudhu maka hiruplah air dengan kedua lubang hidungnya kemudian keluarkanlah” (HR. Muslim).

  1. Membasuh wajah, dari tumbuh rambutnya kepala sampai tumbuhnya rambut jenggot dan menyela-nyela jenggot.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu apabila berwudhu maka beliau mengambil air dengan telapak tangannya kemudian dia masukkan ke bawah dagunya dan menyela-nyelai jenggotnya dengan air tersebut. Lantas beliau mengatakan, “Demikianlah yang diperintahkan oleh Rabbku ‘azza wa jalla.” (HR. Abu Dawud)

  1. Membasuh kedua tangan sampai siku.
  2. Mengusap kepala (bukan rambut ataupun jidat), dari tempat tumbuh rambut depan sampai tempat tumbuhnya rambut kepala yang paling belakang.
  3. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.

Semuanya dilakukan sebanyak tiga kali kecuali mengusap kepala (cukup satu kali).

Demikian sedikit ulasan ringkas tentang tata cara wudhu sesuai dengan ajaran nabi, semoga Allah ta’ala menganugrahkan kita ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close