
Wara’ & Meninggalkan Syubhat
Wara’ dan Meninggalkan Syubhat
Ust Rizal Yuliar Putrananda
07 Februari 2022
Kita lanjutkan kebersamaan kita dalam mengkaji kitab Riyadush Shaalihiin, Karya Al-Imam Yahya Ibnu Saraf An-Nawawi rahimahullah.
Sebelum melanjutkan bab yang menghubungkan bab sebelumnya, pemateri mengingatkan kepada kita semua hendaklah kita tidak bosan-bosannya perbaharui keikhlasan kita. Jadikan setiap ucapan, segenap amal perbuatan kita ditujukan hanya kepada Allah سبحانه و تعالى dan di dalam rangka menggapai pahala dari-Nya. Tatkala sebuah amal yang baik, hebat dilakukan oleh seorang hamba, namun ternyata hampa dari keikhlasan, maka yang besar dan mulia tersebut akan menjadi sia-sia dan juga sebaliknya. Sebagian orang menganggap remeh suatu ucapan dan perbuatan, namun dikerjakan secara ikhlas kepada Allah سبحانه و تعالى sesuai tuntunan Rasul-Nya ﷺ, maka boleh jadi yang dianggap sebelah mata itu yang akan menjadi penyelamat seorang hamba di hari kiamat nanti.
Sebagian ulama salaf berkata “Boleh jadi satu amal yang kecil menjadi besar disebabkan karena lurusnya niat, tapi boleh jadi amal yang besar menjadi kecil juga disebabkan niat”.
“Seseorang mampu menghadirkan keikhlasan meski sesaat saja, boleh jadi itu adalah keselamatannya kelak di kehidupan abadi akhirat”.
Hendaklah setiap majelis ilmu adalah majelis yang diharapkan dapat melembutkan hati kita, menyucikan kalbu dan jiwa kita. Kita tidak ingin hati kita menjadi keras (kaku), bahkan ketika hati kita tidak dapat membedakan saat hati kita tenteram antara mendengar ayat Allah dan mendengarkan selain ayat Allah ta’ala, itu adalah pertanda ada yang salah dengan hati kita.
Allah ta’ala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sungguh hanya kaum beriman sajalah yang apabila disebut ayat-ayat Allah gemetar hatinya jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal”
Kita akan melanjutkan kembali pembahasan kitab Riyadush Shaalihiin, dan kita telah sampai pada bab ke 68 tentang “Sikap Wara’ dan Menjauh (meninggalkan) Syubhat”
Yuk, simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman di bawah ini ya, baarakallahu fiikum.