Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Al-Qur’an dan As Sunnah Sumber Agama Paling Utama

Al-Qur’an dan As Sunnah Sumber Agama Paling Utama
17 Mei 2024
Ustadz Mohammad Darus Salam

Sebagian masyarakat memiliki prinsip, ketika dia mengikuti amalan dan ajaran seorang guru meskipun tanpa dasar dalil, maka dia akan bebas dari tanggung jawab. Ia beranggapan bahwa bila dia keliru setelah mengikuti guru, maka nanti yang akan menanggung dosa kekeliruannya adalah gurunya. Prinsip semacam ini perlu diluruskan, karena terbukti berseberangan dengan penjelasan Allah ta’ala di dalam Al-Qur’an.

Allah ta’ala menjelaskan penyesalan sebagian penghuni neraka akibat berpaling dari jalan beragama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan justru mengambil jalan beragama selainnya yang ternyata menyimpang meskipun diajarkan oleh mereka yang terlanjur dianggap tokoh terkemuka dan diacungi jempol karena ketenarannya. Simaklah ayat berikut ini. Allah ta’ala berfiman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلاً

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya (sebagai tanda penyesalan), seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul”.

يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrab(ku).

لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِلْإِنسَٰنِ خَذُولًا

Sesungguhnya, dia telah menyimpangkan aku dari peringatan Al-Qur’an setelah datang kepadaku. Dan syaitan itu tiada mau menolong manusia.
(QS. Al Furqon 27-29).

Sebagai umat islam, hendaklah kita memiliki dogma yang lurus; menyadari bersama dengan sebenar-benarnya bahwa menjalankan agama bukan sekedar ikut-ikutan. Meskipun dari orang yang tersohor retorika dan kepiawaiannya dalam berbicara. Akan tetapi, menjalankan agama berdasarkan panduan hukum dan tuntunan dari sumber ilmu yang dapat dipertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah ta’ala. Seorang ulama dari generasi tabi’in Bernama Muhammad bin Sirin rahimahullah pernah berpesan mengajarkan:

“Sungguh, ilmu adalah bagian dari agama, karena itu perhatikan dengan baik dan selektif-lah dari mana kalian mengambil agama kalian” (siyar a’lam an nubala, 4/606).

Sungguh benar sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: “السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ”

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap benar, sementara orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ada yang bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh (masalah agama) yang turut campur berbicara dalam urusan masyarakat luas.”
(HR. Ahmad 7912)

Oleh karenanya, mari kasihani diri dan selektif memperhatikan serta memilih sumber ilmu agama ini. Ambillah dari sumber agama yang baik dan benar. Yang bermuara kepada tuntunan lurus lagi indah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau telah bersabda:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ

“Aku telah meninggalkan untuk kalian dua perkara, selama kalian berpegang erat kepada keduanya, niscaya kalian tidak akan tersimpang jalan selama-lamanya; yaitu Kitabullah Al-Qur’an dan Sunnahku.”
(HR. Malik, Al-Hakim dan yang lainnya)

Berpegang teguh lah selalu di atas Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhamad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan yang tidak kalah penting dari itu, adalah memahami serta menjalankan tuntunan agama dengan pemahaman yang telah dijamin kebenarannya, yakni pemahaman para sahabat Nabi. Pahami serta jalankan lah Al-Qur’an dan Sunnah sebagaimana dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan dan menuntunnya untuk para sahabat beliau, generasi terbaik umat ini. Sungguh, dengan itulah kita akan mendapatkan kebahagiaan abadi di dunia hingga peristirahatan abadi di akhirat di dalam surga. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى عَلَى بني إسرائيل حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ، حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلَانِيَةً لَكَانَ فِي أُمَّتِي مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ، وَإِنَّ بني إسرائيل تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً، قَالُوا: وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي

“Pasti akan datang kepada umatku apa yang telah datang kepada bani Israil; seperti sejajarnya sandal dengan sandal. Sehingga apabila di antara mereka (bani Israil) ada orang yang menggauli ibu kandungnya sendiri secara terang-terangan, maka pasti di antara umatku ada yang melakukan demikian. Sesungguhnya bani Israil telah terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya terancam masuk ke dalam neraka. kecuali satu golongan saja.” Mereka bertanya, “Siapakah mereka (yang selamat itu) duhai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Siapapun yang berada di atas jalanku dan para sahabatku.”
(HR. Tirmidzi)

Kaum muslimin, mari kita jadikan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi layakanya hela nafas dan pedoman dalam sanubari, bukan sebatas casing atau lipsing apalagi hiasan dinding. Jadikan lah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi sebagai pondasi kokoh yang menyertai setiap tutur bicara dan sikap perbuatan kita sehari-hari. Sehingga dengan itu, kita akan lebih bahagia mendengarkan serta mengkaji Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, daripada menyimak isu atau hoaks viral, apalagi bermain game yang melalaikan atau mendengarkan nyanyian dan musik yang dapat memadamkan cahaya iman dalam hati.

Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita baarakallahu fiikum.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close