Download KajianKajian IslamKajian Rutin

Anjuran Berziarah Kubur

ANJURAN BERZIARAH KUBUR
Ust Rizal Yuliar Putrananda
17 Januari 2022

Kita lanjutkan kebersamaan kita dalam mengkaji kitab Riyadush Shaalihiin, Karya Al-Imam Yahya Ibnu Saraf An-Nawawi rahimahullah.

Setelah mengkaji Bab yang ke-65 tentang mengingat kematian yang sejatinya kematian itu memutuskan angan-angan. Kemudian Al-Imam An-Nawawi mengajak kita masuk ke dalam bab berikutnya yang berkaitan dengan bab sebelumnya. Bila pada bab ke-65 dikaji tentang Dzikrul Maut (mengingat kematian), maka mungkin muncul pertanyaan pada kita, apa cara yang paling efektif untuk memudahkan kita mengingat kematian? Bagaimana caranya agar kita itu benar-benar lembut hatinya karena mengingat kematian? Maka Al-Imam An Nawawi Rahimahullahu ta’ala mengajak kita pada bab ke-66 untuk mengkaji tentang “Anjuran Berziarah Kubur Bagi Kaum Pria dan Apa Yang Sebaiknya Dibaca Saat Berziarah Kubur”. Point penting dari judul tersebut adalah:

  1. Berziarah kubur itu bagian dari tuntunan sunnah Nabi Muhammad ﷺ , maka tidak benar bila ada kesimpulan bahwa Ahlusunnah wal jama’ah yang berupaya mengikuti jalan salafus shaleh (generasi terdahulu yang telah terbukti di atas keshalihan) ternyata mengharamkan ziarah kubur, ini kesimpulan yang tidak benar. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah justru mereka meyakini bahwa berziarah kepada kubur adalah sesuatu yang dianjurkan. Karena dengan berziarah kubur kita akan ingat kepada kematian.
  2. Tatkala penulis menyebutkan dalam judul ini “Untuk Kaum Pria” terisyaratkan berarti ada perbedaan antara hukum ziarah kubur bagi kaum pria yang disebutkan secara jelas (dianjurkan). Berbeda bagi kaum wanita, sebab seandainya tidak ada perbedaan, maka tidak ada perlunya disebutkan dalam judul bab ini kata-kata “Untuk Kaum Pria”, sebab hukum asal tuntunan islam itu berlaku untuk laki-laki dan perempuan, kalau ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan maka pasti akan dijelaskan.
  3. Point selanjutanya pada judul ini “dan Apa Yang Sebaiknya Dibaca Saat Berziarah Kubur”, ini menunjukkan bahwa ziarah kubur itu memiliki tujuan tertentu di antaranya adalah membaca doa yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, bukan berdo’a kepada yang sudah dikuburan tapi mendoakan untuk mereka yang telah dikubur.

Secara umum dalil-dalil yang menganjurkan ziarah kubur berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Tapi ada dalil yang kemudian diperselisihkan di antara para ulama, apakah dalil tersebut mengubah keumuman hukum anjuran berziarah kubur dan perempuan?

Rasulullah ﷺ bersabda

كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا

Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al Haakim no.1393, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’, 7584)

Yuk, simak lebih cermat dan lanjut lagi melalui rekaman di bawah ini ya, baarakallahu fiikum.

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close