
Banyaknya Dalil yang Menjaga Hak-Hak Seorang yang Lebih Tua
Banyaknya Dalil yang Menjaga Hak-Hak Seorang yang Lebih Tua
Ustadz Ammar bin Wujud
Kamis, 12 September 2024
Alhamdulillah kita melanjutkan kembali kajian kitab setiap malam Jum’at, yang berjudul “Huquuqu Kibaari As Sin” (Hak-Hak Orang-Orang yang lebih Tua) buah karya Syekh Abdur Rozzaq ibn Abdil Muhsin Al-Badr hafidhohullahu ta’ala.
Hak-hak mereka yang telah sampai umur lanjut sangatlah penting. Bahkan hal tersebut semakin penting dengan adanya teknologi di dalamnya, ada alat yang seorang mukmin dapat dengan mudah mendapatkan akses ke dunia luar, maka dengan adanya teknologi ini menjadikan mudah adat-adat yang di luar islam untuk masuk ke dalam islam.
Oleh karena itu, agama islam adalah agama yang selalu menyeru kepada setiap kebaikan. Maka setiap ada kebaikan, islam akan menyeru kepadanya dan sebaliknya setiap ada kemungkinan keburukan, maka islam selalu menahan kita untuk tidak terjerumus terhadap hal-hal tersebut.
Menjaga hak yang lebih tua merupakan salah satu untuk mendapatkan kemenangan dan ridha dari Allah ta’ala serta Allah mudahkan setiap urusan kita. Hal ini sebagaimana kita ketahui dalam hadits 3 orang yang tertutup di dalam gua guna istirahat, akan tetapi batu besar menutupi pintu goa. Maka salah satu di antara mereka bertawasul dengan amal shalih mereka, salah satunya berupa menghormati kedua orang tua mereka. Lelaki tersebut berdo’a:
اللَّهُمَّ كَانَ لِى أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ، وَكُنْتُ لاَ أَغْبِقُ قَبْلَهُمَا أَهْلاً وَلاَ مَالاً، فَنَأَى بِى فِى طَلَبِ شَىْءٍ يَوْمًا، فَلَمْ أُرِحْ عَلَيْهِمَا حَتَّى نَامَا ، فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوقَهُمَا فَوَجَدْتُهُمَا نَائِمَيْنِ وَكَرِهْتُ أَنْ أَغْبِقَ قَبْلَهُمَا أَهْلاً أَوْ مَالاً، فَلَبِثْتُ وَالْقَدَحُ عَلَى يَدَىَّ أَنْتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُمَا حَتَّى بَرَقَ الْفَجْرُ، فَاسْتَيْقَظَا فَشَرِبَا غَبُوقَهُمَا، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ، فَانْفَرَجَتْ شَيْئًا لاَ يَسْتَطِيعُونَ الْخُرُوجَ
Salah seorang dari mereka berkata, “Ya Allah, aku mempunyai dua orang tua yang sudah sepuh dan lanjut usia. Dan aku tidak pernah memberi minum susu (di malam hari) kepada siapa pun sebelum memberi minum kepada keduanya. Aku lebih mendahulukan mereka berdua daripada keluarga dan budakku (hartaku). Kemudian pada suatu hari, aku mencari kayu di tempat yang jauh. Ketika aku pulang ternyata mereka berdua telah terlelap tidur. Aku pun memerah susu dan aku dapati mereka sudah tertidur pulas. Aku pun enggan memberikan minuman tersebut kepada keluarga atau pun budakku. Seterusnya aku menunggu hingga mereka bangun dan ternyata mereka barulah bangun ketika Shubuh, dan gelas minuman itu masih terus di tanganku. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka meminum minuman tersebut. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini.” Batu besar itu tiba-tiba terbuka sedikit, namun mereka masih belum dapat keluar dari goa. (HR. Bukhari no. 2272 dan Muslim no. 2743)
Mari sama-sama kita menyaksikan bersama kajian kitab “Huquuqu Kibaari As Sin” (Hak-Hak Orang-Orang yang lebih Tua) buah karya Syekh Abdur Rozzaq ibn Abdil Muhsin Al-Badr hafidhohullahu ta’ala. Dengan menonton rekaman yang ada di bawah ini, baarakallahu fiikum.