Bicara Baik Atau Diam - pesantrenluluwalmarjan.org
Artikel IslamKhutbah Jumat

Bicara Baik Atau Diam

Bicara Baik Atau Diam
22 November 2024
Ustadz Faiz Sulthony

Salah satu bentuk ketakwaan seorang hamba kepada rabbnya adalah dengan menjaga perbuatan dan juga menjaga perkataan. Di antara wasiat-wasiat kenabian yang perlu diperhatikan juga bagi setiap muslim adalah wasiat menjaga lisan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيرا او ليصمت

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam” (HR. Muslim)

Yaitu senantiasa berusaha mendapatkan pahala dengan perkataan-perkataan, baik seperti memberikan nasihat, berdoa atau berdzikir dan juga senantiasa berusaha untuk menjauhkan diri dari dosa-dosa lisan. Hal penting yang perlu kita ingat adalah bahwasanya setiap ucapan yang keluar dari lisan kita dicatat oleh malaikat dan akan dimintai pertanggung jawaban Allah. Allah ta’ala berfirman;

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)” (QS. Qaf 18)

Betapa meruginya orang-orang yang semasa hidupnya tidak menjaga lisan, bahkan ada yang tingkat kerugiannya sampai-sampai dia harus merasakan pedihnya adzab kubur. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati suatu kuburan dan beliau mendengar penghuninya disiksa, beliaupun bersabda: “sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa, mereka berdua disiksa karena dosa besar tapi dosa besar ini dianggap kecil dan dianggap remeh oleh sebagian manusia”. Salah satunya disiksa karena menukilkan perkataan dari satu orang ke orang lain, dari suatu kaum ke kaum yang lain dengan tujuan kerusakan.

Kita melihat betapa banyak nyawa-nyawa manusia melayang, sia-sia karena maraknya tawuran antar pelajar, perang antar suku, perpecahan antar suku yang mana awalnya adalah adu domba atau namimah.

Begitu juga di antara dosa-dosa lisan yang tersebar di masyarakat kita adalah ghibah. Hal ini berdasarkan hadits riwayat imam Muslim nabi pernah ditanya oleh sahabatnya, apa itu ghibah yaa Rasulullah? Beliau menjawab: “yaitu menyebutkan kejelekan saudaramu tanpa sepengetahuannya”. Allah ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat 12)

Dan di antara dosa-dosa lisan yang kerap kali kita temui di sekitar kita adalah berbohong, padahal Nabi sudah mengingatkan “jauhilah perkataan dusta, karena perkataan dusta menggiring seorang kepada kejahatan dan kejahatan itu menggiring seseorang kepada panasnya api neraka” (HR. Bukhari)

Ada seorang yang tidak bisa menjaga lisannya semasa di dunia dan dia merugi sampai pada tingkatan kategori “bangkrut” pada hari kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabatnya “tahukah kalian orang yang bangkrut itu orang yang seperti apa?”, para sahabat menjawab: “orang bangkrut menurut pendapat kami ialah mereka yang tidak mempunyai uang dan tidak pula mempunyai harta benda.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي، يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هٰذَا، وَقَذَفَ هٰذَا، وَأَكَلَ مَالَ هٰذَا، وَسَفَكَ دَمَ هٰذَا، وَضَرَبَ هٰذَا. فَيُعْطِى هٰذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهٰذَا مِنٰ حَسَنَاتِهِ. فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ، قَبْلَ أَنْ يَقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ. ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Nabi menjelaskan: “Sesungguhnya orang bangkrut dari umatku ialah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal kebaikan dari shalat, puasa, dan zakat. Tetapi mereka dahulu pernah mencaci maki orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain dan memukul orang lain. Maka kepada orang yang mereka salahi itu diberikan pahala amal baik mereka; dan kepada orang yang lain lagi diberikan pula amal baik mereka. Apabila amal baik mereka telah habis sebelum hutangnya lunas, maka diambillah kesalahan orang yang disalahi itu dan diberikan kepada mereka; Sesudah itu, mereka akan dilemparkan ke dalam neraka.”

Semoga kita semua dijauhkan dari segala bentuk dosa lisan.

Nabi kita yang mulia mengajarkan betapa mudahnya bagi seseorang untuk mendapatkan pahala yang banyak hanya dengan lisan, sebagaimana sabda beliau berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu a’nhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung)” (HR. Bukhari)

Selain itu, di antara ucapan-ucapan baik yang harus kita perbanyak khususnya pada hari jum’at adalah bershalawat kepada nabi, Allah ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya” (QS. Al Ahzab 56)

Demikian ringkasan khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita semua dalam menjalankan amal-amal ibadah kita baarakallahu fiikum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close