Esensi Cinta Kepada Rasulullah
Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Esensi Cinta Kepada Rasulullah

Esensi Cinta Kepada Rasulullah
Khutbah Jum’at, 07 Oktober 2022
Ustadz Rahmat Hartanto

Dalam beberapa hari ini kita mendengarkan dengungan suara-suara bait syair kisah dikumandangkan di sana-sini, mengumandangkan keagungan dan kemuliaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan kisah-kisahnya.

Terlepas akan keabsahan tindakan tersebut, khatib ingin mengajak diri khatib pribadi dan pembaca semuanya untuk kembali mengingat esensi atau hakekat kecintaan kita terhadap Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebagai seorang muslim, kita berkewajiban untuk mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan mencintai Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan bagian dari keimanan dan aqidah seorang muslim.

Kualitas iman kita sangat ditentukan atas kecintaan kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang yang memiliki iman yang sempurna selalu memposisikan cintanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan posisi urutan pertama dibandingkan cintanya kepada manusia lain.

Cintanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melebihi cintanya kepada orang tua, istri, suami dan anaknya, bahkan dirinya sendiri.

Sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam:

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحبَّ إليه من ولده ووالده والناس أجمعين

Tidaklah sempurna iman salah seorang kamu sehinga aku lebih dicintai dari kedua orang tuanya, anaknya dan manusia semua” (HR. Bukhari)

Begitu mulianya kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan Rasululah pernah menegur Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu  ketika ia salah memposisikan kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menempatkan posisi cintanya kepada rasulullah di bawah kecintaannya terhadap dirinya sendiri. Maka Rasulullah menafikan kesempurnaan imannya, hingga dia menjadikan cintanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di atas segala-galanya. Maka Umar-pun mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  melebihi dirinya (HR. Al-Bukhari).

Setidaknya ada 3 (tiga) unsur penting yang menunjukkan esensi cinta kita kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

  1. Yang pertama adalah mengikuti petunjuk beliau (ittiba`).

Ketika cinta menjadi unsur penting dalam islam, maka tentunya agama ini tidak akan membiarkan umatnya tanpa bimbingan syariatnya. Mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berarti mencintai Allah ta’ala. Sudah lengkap petunjukknya, baik itu perkataan perbuatan dan cinta yang berupa keyakinan.

Allah ta’ala menegaskan bahwa syarat mutlak untuk mendapatkan cinta-Nya adalah mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan kata lain, mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah syarat mutlak untuk mendapatkan cinta-Nya sesuai dengan firman-Nya:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu” (QS. Ali Imran 31)

Allah ta’ala memuji akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menjadikannya sebagai sosok teladan dan idola yang wajib diikuti. Allah ta’ala berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

Sesunggguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak yang agung”( QS. Al-Qalam: 4)

Dan Allah ta’ala berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesunggguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri tauladan bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al-Ahzab 21)

  1. Yang kedua adalah mentaati perintah dan larangan beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَطِيۡـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡـعُوا الرَّسُوۡلَ وَاُولِى الۡاَمۡرِ مِنۡكُمۡ‌ۚ

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu” (QS. An-Nisa’ 59)

Bahkan mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan syarat untuk masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كل أمتي يدخل الجنة إلا من أبى! قيل: ومن يأبى يا رسول الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى

Setiap umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan. Seorang sahabat bertanya,“Wahai Rasulullah, siapakah yang enggan itu? Beliau menjawab, “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia masuk surga. Dan barangsiapa yang tidak mentaatiku maka ia enggan (masuk surga).” (HR. Bukhari)

  1. Unsur penting yang ketiga adalah menghidupkan sunnah beliau.

Salah satu bukti hakekat cinta kita kepada nabi adalah menghidupkan sunnah-sunnah beliau di zaman ini. Di mana sebagian kita meninggalkan yang wajib dan sunnah untuk hal-hal yang sekedar mubah atau bahkan syubhat dan haram, wal `iadzubillah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda mengabarkan kondisi akhir jaman sepeninggalan beliau:

Sesungguhnya bani Israil tercerai berai menjadi tujuh puluh dua golongan, dan sesungguhnya ummatku akan bercerai-berai menjadi tujuh puluh tiga golongan. Kesemuanya akan berada di dalam neraka, kecuali hanya satu golongan saja.” Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?”

Rasulullah bersabda,

مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي

Mereka itu adalah orang yang memegang ajaranku dan ajaran para sahabatku
HR. At-Tirmizi

من أحيا سنة من سنتي فعمل بها الناس، كان له مثل أجر من عمل بها، لا ينقص من أجورهم شيئاً

“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Barangsiapa yang membenci terhadap sunnahku berarti bukan termasuk golonganku” (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close