Artikel IslamArtikel Pilihan

Keutamaan Tauhid

Dalam islam, tauhid memiliki kedudukan yang sangat tinggi, begitu juga dengan orang yang berpegang teguh pada tauhid dan dapat merealisasikannya. Orang yang paham dan merealisasikan tauhid dengan benar termasuk sebagai ahli tauhid. Allah ta’ala akan memberikan kepada mereka beberapa keistimewaan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Adapun beberapa keistimewaan yang akan diberikan Allah kepada seorang ahli tauhid adalah sebagai berikut :

Mendapatkan Keamanan dan Petunjuk

Allah ta’ala akan memberikan keamanan dan petunjuk bagi orang yang berpegang teguh dan merealisasikan tauhid dengan sungguh-sungguh. Sabagaimana firman-Nya :

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedhaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al-An’Am: 82)

Orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman, memurnikan ibadah hanya kepada Allah ta’ala dan tidak mencampuradukkan keimanannya dengan kedhaliman kepada Allah maka Allah menjanjikan baginya keamanan di hari kiamat dan mereka itulah orang-orang yang akan mendapat hidayah baik di dunia maupun di akhirat.

Dhalim yaitu menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.Dhalim meliputi tiga perkara yaitu dhalim kepada Allah ta’ala, dhalim kepada orang lain, dan dhalim kepada diri sendiri. Dhalim yang di maksud dalam ayat ini adalah dhalim kepada Allah, yaitu dengan berbuat kesyirikan. Dhalim kepada Allah merupakan derajat dhalim yg paling berat. Allah ta’ala berfirman :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْم عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya:”Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedhaliman yang besar.” (QS. Luqman : 13)

Akan Dimasukkan Ke Dalam Surga

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وأنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه، وأنَّ عِيسَى عَبْدُ الله وَرَسُوْلُه وَكَلِمَتُه أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْه، والجَنَّةُ حَقٌّ، والنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ عَلَى ما كَانَ مِنَ الْعَمَلِ

“Barangsiapa yang bersyahadat (bersaksi) bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak di sembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya, dan Isa adalah Hamba dan rasulNya, dan kalimat yang disampaikanNya kepada maryam serta ruh dariNya, dan bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, sesuai amal yang telah dikerjakannya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ahli tauhid adalah orang-orang yang bersyahadat atas apa yang tercantum dalam hadist di atas. Syahadat tidak hanya sekedar mengucapkannya dengan lisan saja, namun syahadat meliputi tiga perkara, yaitu mengucapkannya dengan lisan, memahami dengan benar ilmu-ilmunya, dan megamalkannya dengan segala konsekuensinya. Maka sebagai balasan bagi para ahli tauhid adalah Allah ta’ala menjanjikan surga kepada mereka.

Namun para ahli tauhid juga hanya manusia biasa yang terkadang juga tergelincir dalam perbuatan dosa, jadi sebagaimana tercantum dalam potongan akhir dalam hadist di atas yang artinya “sesuai amalan yang telah dikerjakan, maka para ahli tauhid juga akan dilihat amal perbuatannya selama di dunia dan akan dimasukkan ke dalam surga sesuai amal dan ibadah selama hidupnya di dunia. Sebagaimana surga juga bertingkat-tingkat derajatnya, dan sebagaimana ada pula umat muslim yang harus diadzab terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam surga sebagai balasan atas apa yang telah diperbuat selama hidup di dunia.

Diharamkan Dari Neraka

Ketika kita mendengar kata “Neraka”, pada benak kita pasti terlintas bagaimana buruknya dan pedihnya keadaan serta siksaan disana. Berbeda halnya ketika kita mendengar kata “surga”, sudah pasti terbayang di benak kita betapa indah dan nikmatnya tempat tersebut, tempat yang menjadi impian dan tujuan bagi seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Salah satu keutamaan dari para ahli tauhid adalah diharamkan dari neraka, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam :

          فَإِنَّ الله حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ: لَا إِلهَ إِلَّا الله يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ الله

“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka atas seseorang yang mengatakan Laa ilaaha illallah yang diucapkan ikhlas mengharapkan wajah Allah (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ahli tauhid diharamkan dari neraka, namun sebagaimana tercantum dalam penjelasan dari potongan terakhit hadist sebelumnya. Para ahli tauhid dihindarkan dari neraka sesuai amal perbuatannya selama hidup di dunia, ada yang dihindarkan secara mutlak dari neraka, yang artinya tidak dimasukkan ke dalam neraka sama sekali, ada juga yang diharmkan kekal berada di neraka, yang artinya harus dimasukkan ke dalam naraka terlebih dahulu untuk dibersihkan dari dosa-dosa kemudian akan dikeluarkan dari neraka untuk dimasukkan ke dalam surga.

Diampuni Dosa-Dosanya

Manusia tidak terlepas dari perbuatan dosa baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Sudah menjadi kewajiban serta kebutuhan manusia untuk selalu menyertakan permintaan ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukannya dalam sholat, dzikir serta do’a yang dipanjatkan. Salah satu keutamaan dari ahli tauhid adalah akan diampuni dari dosa-dosa. Sebagaimana tercantum dalam hadits qudsi berikut :

قال الله تعالى: يا ابن آدم؛ لو أتيتني بقراب الأرض خطايا، ثم لقيتني لا تشرك بي شيئاً لأتيتك بقرابها مغفرة

“Allah ta’ala berfirman: “Wahai anak adam, sungguh sekiranya kamu datang kepadaKu dengan kesalahan sepenuh bumi, Kemudian kamu datang kepadaKu tanpa menyekutukan sesuatupun denganKu, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi).

Firman Allah ta’ala :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu (syirik) bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang melakukan syirik kepada Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (QS. An-Nisa: 48).

Demikian paparan singkat yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan kita semua taufik agar dapat menjadi hamba Allah yang bertauhid dengan sempurna.


Referensi :

  1. I’aanatul Mustafiid bi Syarhi Kitaabi at Tauhiidhal 52-53.Syaikh Shalih Fauzan. Penerbit Markaz Fajr. Cetakan kedua tahun 2003.
  2. Fathul Majiid hal 39-40. Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan ‘Alu Syaikh.Penerbit Muasasah al Mukhtar. Cetakan pertama tahun 1425 H/2004.
  3. I’aanatul Mustafiid bi Syarhi Kitaabi at Tauhiid hal 64.
  4. At Tamhiid li Syarhi Kitaabi at Tauhiidhal 26. Syaikh Shalih ‘Alu Syaikh. Penerbit Daaru at Tauhiid. Cetakan pertama tahun 1423 H/2002.
  5. Al Mulakhos fii Syarhi Kitaabi at Tauhiid hal 29. Syaikh Shalih Fauzan. Penerbit Markaz Fajr.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close