Artikel IslamArtikel Pilihan

Manusia Makhluk Sosial

Manusia disebut juga sebagai makhluk sosial yang pasti tidak dapat hidup sendiri. Dalam menjalani kehidupan kita di dunia kita membutuhkan bantuan orang lain, baik dalam perkara dunia maupun agama. Contoh dalam perkara dunia, ketika kita sakit kita membutuhkan peran seorang dokter. Tidak berbeda dalam kehidupan beragama pun kita juga membutuhkan peran orang lain, sebagai contoh ketika kita ingin belajar ilmu agama pasti kita membutuhkan figur seorang guru yang dapat menjadi panutan dan memberikan ilmu kepada kita. Bahkan ketika salah pun kita juga butuh sosok seorang teman atau pun keluarga yang dapat menegur dan mengingatkan kita.

Tidak diragukan lagi bahwa islam adalah agama yang penuh dengan keindahan kasih sayang yang dapat kita jadikan pedoman dan landasan untuk menjalani kehidupan kita dalam bersosial dengan masyarakat. Di dalam islam kita diperintahkan untuk menjunjung tinggi rasa kasih sayang dan cinta kasih dalam mejaga kesatuan umat beragama dan kesatuan dalam bermasyarakat. Dalam konteks yang lebih kecil islam juga memerintahkan agar kita juga menjunjung tinggi dan menjaga rasa kasih sayang, cinta kasih, saling menghormati dan saling tolong-menolong dalam kehidupan kita, baik dengan keluarga, orang tua, sanak saudara, dan dengan tetangga di sekitar kita.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

۞ وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Dan sembahlan Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan suatu apaun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, taman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki.” (QS. An-Nisa: 36)

Ayat di atas menjelaskan bahwa hanyalah Allah semata yang berhak disembah. Dijelaskan pula bahwa kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada keluarga kita terutama kepada kedua orang tua dan orang-orang yang ada di sekitar kita baik itu keluarga, teman, kerabat, tetangga dekat maupun tetangga yang jauh.

Ada banyak sekali jalan dan cara untuk merealisasikan dan menjalankan perintah Allah ta’ala yang terkandung dalam ayat tersebut, salah satu dari sekian banyak caranya yaitu dengan kita selalu menanamkan akhlak-akhlak mulia yang sesuai contoh panutan kita Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam dalam bersosialisasi dengan masyarakan sekitar. Kita tidak harus berbuat hal yang besar dalam menunjukkan akhlak mulia kita, karena banyak sekali amalan-amalan yang sangan ringan untuk kita lakukan namun berpahala besar dan dapat menggambarkan sebuah akhlak yang mulia, seperti menebarkan senyuman dan salam ketika kita bertemu dengan orang lain.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadist ini menunjukkan bahwa suatu perbuatan yang sangat ringan kita lakukan yaitu dengan menarik sedikit ujung bibir kita sehingga membentuk garis lengkung senyum merupakan shodaqoh. Subhanallah sungguh hanya dengan melakukan amalan yang sangat ringan selain kita dapat pahala kita juga bisa dapat lebih mempererat hubungan kekeluargaan dalam bermasyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close