Artikel IslamArtikel Pilihan

Pembatal Keislaman III

Tidak Mengkafirkan Orang Musyrik Atau Ragu Kekufuran Mereka Atau Membenarkan Madzhab Mereka

Orang musyrik adalah orang yang telah menyekutukan Allah. Sebagaimana yang telah tercantum dalam pembatal tauhid yang pertama, bahwa syirik adalah perbuatan dosa yang paling besar dan merupakan dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah. Barang siapa yang melakukan kesyirikan, maka mereka telah merusak tauhid mereka dan mereka termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kafir.

Salah satu dari kewajiban seorang muslim yaitu mengkafirkan apa yang telah dikafirkan oleh Allah dan RasulNya. Dan termasuk dari apa yang telah Allah dan Rasul-Nya kafirkan adalah orang-orang yang menyembah berhala dan menjadikan selain Allah sebagai tandingan dalam hal peribadahan serta orang-orang yang tidak beriman kepada para Rasul Allah ta’ala. Dalam alquran telah ditegaskan bagaimana kafirnya orang-orang nasrani, yahudi, dan orang-orang musyrik. Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.(QS. Al-Bayyinah :6)

Pada ayat diatas dijelaskan bahwa orang yang melakukan kesyirikan merupakan golongan yang dikafirkan oleh Allah, oleh karena itu sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengkafirkan orang musyrik. Hal ini dikarenakan orang yang melakukan kesyirikan, maka dia telah membatalkan dua kalimat syahadat yang telah dia persaksikan sebagai bentuk imannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Jadi barang siapa yang tidak meyakini kekafiran orang musyrik maka berdasarkan ijma’ ulama dia telah termasuk orang yang kafir karena terdapat keraguan dalam agamanya.

Pada zaman yang modern ini banyak orang yang mengatasnamakan perbuatan syirik yang mereka lakukan sebagai bentuk ibadah kepada Allah, namun nyatanya itu merupakan perbuatan syirik yang menyekutukan Allah. Lebih parahnya, mereka mengajak orang lain untuk melakukan apa yang mereka lakukan dengan kedok beribadah kepada Allah.

Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim yang berpegang teguh kepada tauhid Allah dan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam harus berhati-hati dalam menerima ajakan untuk beribadah kepada Allah. Kita harus mengetahui apakah ajaran itu sesuai dengan apa yang Allah perintahkan dan diajarkan oleh Rasul-Nya. Atau justru akan merusak tauhid kita sehingga kita terjerumus dalam kemusyrikan dan kekafiran.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close