Artikel IslamArtikel Pilihan

Pembatal Keislaman IV

Meyakini Adanya Petunjuk Atau Ajaran Yang Lebih Baik Daripada Ajaran Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Pembatal tauhid atau keislaman yang ke-4 adalah meyakini adanya petunjuk atau ajaran yang lebih baik daripada ajaran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Pada dasarnya umat islam memiliki dua pedoman yang paten dalam menjalankan seluruh amal ibadah, yaitu alquran dan sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Sesungguhnya alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (QS. Al-Isra : 9)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda :

“من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد”

“Barangsiapa melakukan sebuah amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak” (HR. Muslim)

Pada ayat dan hadist di atas telah dijelaskan bahwa petunjuk dan ajaran yang paling benar adalah alquran dan sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Tidak ada petunjuk atau ajaran yang lebih benar dari dua hal ini. Amalan-amalan yang tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam maka amalan itu akan tertolak.

Ketika seseorang masuk agama islam, maka dia harus mengucapkan dua kalimat syahadat yaitu أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمد رسول الله. Pada kalimat أشهد أن لا إله إلا الله mengandung persaksian bahwasanya tidak ada Tuhan yang pantas untuk diibadahi selain Allah ta’ala. Sedangkan dalam kalimat أشهد أن محمد رسول الله mengandung persaksian bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan Allah, serta tidak ada manusia yang pantas untuk diikuti selain Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Barangsiapa yang telah bersaksi dengan dua kalimat syahadat ini maka dia harus mengamalkan apa yang terkandung pada dua kalimat syahadat tersebut. Dia harus benar-benar meyakini bahwa tidak ada yang pantas untuk disembah dan diibadahi selain Allah ta’ala, serta meyakini bahwa ajaran dan petunjuk yang paling baik dan benar adalah apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seluruh amalan ibadah yang dia lakukan juga harus sesuai dengan apa yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka menjadi kewajiban seorang muslim adalah meyakini bahwa tidak ada ajaran atau tuntunan yang benar selain apa yang telah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan. Barang siapa yang meyakini adanya ajaran lain yang lebih baik dari apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kepercayaan dan pemahaman tersebut telah membatalkan tauhid yang ada pada dirinya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close