Artikel IslamArtikel Pilihan

Pembatal Keislaman V

Membenci Apa Yang Telah Dibawa Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Pembatal tauhid atau keislaman yang kelima adalah membenci apa yang telah dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah yang paling mulia, beliau memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah ta’ala. Allah ta’ala memberikan banyak sekali kemuliaan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa–apa yang dibawa oleh beliau adalah wahyu yang diberikan oleh Allah ta’ala. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk taat dan menyakini dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan mengharap ridha Allah ta’ala.

Maka barangsiapa yang membenci ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam baik itu ditampakkan secara terang-terangan maupun tidak ditampakan, hal itu dapat merusak dan membatalkan tauhid yang ada pada dirinya serta dapat menjadikannya kafir.

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (alquran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka. “ (QS. Muhammad : 9)

Jika seseorang membenci ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memang dilandasi dengan benci dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kebencian inilah yang membuatnya masuk kedalam kekafiran.

Berbeda halnya dengan orang yang tidak suka dikarenakan ketidaksanggupannya untuk melihat, maka hal ini tidak menjadikannya kafir. Sebagai contoh seseorang yang tidak suka melihat hukum pancung ataupun hukum cambuk yang dilimpahkan kepada seorang muslim atas perbuatannya, seseorang yang melihat kejadian ini mungkin merasa tidak suka, namun rasa ketidaksukaanya karena dia tidak tega dan tidak sanggup melihat orang dalam keadaan tersiksa, maka pada kasus yang seperti ini tidak menjadikan orang yang tidak suka dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi kafir. Karena hal ini tidak dilandasi dengan rasa benci terhadap ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melainkan karena ketidaksanggupannya.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد”

“Barangsiapa melakukan sebuah amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak” (HR. Muslim)

Dijelaskan dalam hadits di atas bahwa amalan yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan tertolak. Namun jika seseorang melakukan amalan sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi di hatinya terdapat kebencian terhadap ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kebencian terhadap ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga dapat menjadikannya kafir walaupun dia melakukan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semua yang diajarkan olah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah demi kebaikan umat manusia, maka sangatlah tidak pantas antuk membenci ajaran yang berupa kebaikan dan petunjuk yang dibawa oleh beliau yang kelak akan membimbing kita menuju surga Allah ta’ala. Landasan kita dalam melakukan amal ibadah adalah alquran dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka cukuplah bagi kita untuk mencontoh, melakukan serta tunduk dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar apa yang kita amalkan dapat diterima oleh Allah ta’ala, berpahala, serta dapat menuntun kita kepada kebahagiaan yang abadi di surga Allah ta’ala.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close