Untukmu Para Pendidik - pesantrenluluwalmarjan.org
Artikel IslamArtikel PilihanKhutbah Jumat

Untukmu Para Pendidik

Untukmu Para Pendidik
Khutbah Jum’at, 14 Juli 2023
Ustadz Ichsanuddin

Mari senantiasa kita wujudkan hakikat ketaqwaan kepada Allah ta’ala, yaitu dengan mengamalkan segala apa yang Allah ta’ala perintahkan dan meninggalkan apa yang telah Allah ta’ala larang. Di Pesantren ini berdatangan para penuntut ilmu agama, generasi islam yang ditipkan kepada kita semuanya, maka hendaknya kita bertakwa kepada Allah ta’ala atas amanah besar yang kita pikul bersama.

Mendidik seorang anak dalam rangka menuntut ilmu agama adalah suatu amal yang sangat besar pahalanya. Sebaik-baiknya contoh dalam mendidik ada pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْأَخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al Ahzab: 21)

Belajar dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya dari sahabat Abi Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah bercerita:

يا رسول الله ائذن لي بالزنا، فأقبل القوم عليه فزجروه وقالوا: مه مه! فقال: ادنه، فدنا منه قريبا قال: فجلس، قال: أتحبه لأمك؟ قال: لا والله جعلني الله فداءك، قال: ولا الناس يحبونه لأمهاتهم، قال: أفتحبه لابنتك؟ قال: لا والله يا رسول الله جعلني الله فداءك، قال: و لا الناس يحبونه لبناتهم، قال : أفتحبه لأختك؟ قال: لا والله جعلني الله فداءك، قال: و لا الناس يحبونه لأخواتهم قال: أفتحبه لعمتك. قال: لا والله جعلني الله فداءك، قال: ولا الناس يحبونه لعماتهم، قال: أفتحبه لخالتك؟ قال: لا والله جعلني الله فداءك، قال: ولا الناس يحبونه لخالاتهم، قال: فوضع يده عليه و قال: اللهم اغفر ذنبه وطهر قلبه وحصن فرجه. فلم يكن بعد ذلك الفتى يلتفت إلى شيء

“Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk melakukan zina”, Maka sejumlah orang terus menghampiri pemuda itu dan memarahinya,mereka berkata,”Diam kamu!” Maka berkata Rasulullah, “Dekatkan lah pemuda itu (kepadaku)” Lalu beliau berkata kepadanya, “Duduklah!” Maka pemuda itu pun duduk. “Apakah kamu suka seseorang berzina dengan ibumu?” tanya Rasulullah. Pemuda itu menjawab, “Demi Allah, tidak. Semoga Allah menjadikanmu sebagai tebusanmu” Rasulullah bersabda, “Begitu pula orang lain, tidak ada yang suka ibunya berzina dengan orang lain.” “Apakah kamu suka seorang berzina dengan anak perempuanmu?” tanya Rasulullah. Pemuda itu menjawab,”Demi Allah, tidak. Semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu” Rasulullah bersabda,”Begitu pula orang lain,tidak ada orang suka anak perempuannya berzina.” “Apakah kamu suka seseorang berzina dengan saudari perempuanmu?” Tanya Rasulullah. Pemuda itu menjawab,”Demi Allah, tidak. Semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu”. Rasulullah berkata,”Begitu pula orang lain, tidak ada orang suka saudari perempuannya berzina dengan orang lain.” “Apakah kamu suka seseorang berzina dengan saudara perempuan ayahmu?” tanya Rasulullah. Pemuda itu menjawab,”Demi Allah, tidak. Semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu”. Rasulullah bersabda,”Begitu pula orang lain, tidak ada yang suka saudara perempuan ayahmu berzina dengan orang lain.” “Apakah kamu suka seseorang berzina dengan dengan saudara perempuan ibumu?”.Pemuda itu menjawab,”Demi Allah, tidak. Semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu”. Rasulullah bersabda,”Begitu pula orang lain, tidak ada yang suka saudari ibunya berzina dengan orang lain” Lalu Rasulullah meletakkan tangan beliau ke atas tubuh pemuda itu, sambil berdo’a:”Ya Allah ampunilah dosa-dosanya, bersihkanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya” Perawi berkata,”Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak lagi menoleh kepada sesuatu apa pun (yang diharamkan).
(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu)

Banyak faedah dari hadist di atas untuk para pendidik, para guru dan para da’i. Di antara pelajaran yang berharga dari hadits ini adalah “semangat seorang guru (pendidik) untuk memberikan hidayah kepada orang lain dan dia hendaknya membangun pelajaran, dakwah itu di atas hikmah kelemah-lembutan”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada hadits lainnya:

Tidaklah kelemah-lembutan pada sesuatu kecuali akan menghiasinya dan manakalaka sesuatu terhilang darinya kelembutan, maka sesuatu itu akan menjadi hal yang sangat buruk” (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan saat ada pemuda dengan penuh kejujuran mengatakan “izinkan saya berzina wahai Rasulullah” beliau tidak marah. Beliau mengetahui kondisi pemuda ini, beliau mengetahui bahwa pemuda tersebut membutuhkan solusi, bukan untuk dihakimi. Semoga Allah ta’ala mengkaruniakan kepada kita semuanya kelemah-lembutan dalam berdakwah, kelemah-lembutan dalam mendidik, kepekaan hati mengetahui perasaan mereka.

Pelajaran kedua dari hadits yang disebutkan, adalah pentingnya kedekatan seorang pendidik kepada anak didik. Kalau saja pemuda tadi tidak dekat secara hati dengan Nabi, maka niscaya tidak akan berani menyampaikan apa yang dia sampaikan. Mari kita lihat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lebih memilih metode diskusi, pendekatan hati ke hati dengan mengatakan “dekatkanlah pemuda ini, duduk di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam”.

Wahai para Ayah (para pendidik), putra putri kita butuh untuk didekati, butuh kedekatan dari kita, sehingga mereka merasa nyaman dengan nasihat kita, merasa rindu dengan sentuhan kita. Bahkan kedekatan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikan bukan sekedar kedekatan secara jasmani, tapi bahkan kedekatan hati beliau bangun. Komunikasi yang beliau lakukan bukan hanya komunikasi lisan, namun juga komunikasi bahasa tubuh beliau gunakan (dipegang pemuda ini), sungguh kasih sayang yang tercermin dari beliau kepada setiap umatnya, setiap anak didiknya. Semoga kita diberikan kemudahan untuk mencontoh nabi kita, Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam.

Pelajaran ketiga yang bisa kita ambil adalah jangan lupakan do’a. Do’a adalah senjata kita, kita hanya bisa memberikan hidayah penjelasan, teguran, nasihat. Adapun yang bisa memalingkan hati, melembutkan hati mereka adalah Allah ta’ala. Ketuk pintu langit dengan mendo’akan kebaikan untuk anak-anak kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan dalam hal ini.

Syaikh Abdur Rozaq bin Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallahu mewasiatkan kepada seluruh orang tua (pendidik) agar jangan lupakan do’a ini. Di luar sana begitu banyak fitnah yang akan memalingkan anak-anak kita dari kebenaran, kita hanya bisa berdo’a kepada Allah ta’ala dengan do’a berikut:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ وَحَصِّنْ فَرْجَهُ

Ya Allah ampunilah dosa-dosanya,bersihkanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya

Demikian ringkasan khutbah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat dan barakah bagi yang membacanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button
WeCreativez WhatsApp Support
Ahlan wa Sahlan di Website Resmi Pesantren Al Lu'lu' Wal Marjan Magelang
👋 Ada Yang Bisa Kami Bantu?
Close
Close