Artikel Islam

Bersama Keluarga Di Surga

Saudaraku, fitrah ini mengajak kita untuk bersegera menuju surga. Harapan yang memuncak serta kerinduan yang sangat mendalam. Alhamdulillah, Allat ta’ala justru telah menetapkan perintah agar kita bergegas mempersiapkan diri meraih ampunan-Nya serta menggapai bahagia di dalam surga-Nya.

Demikian pula fitrah ini merinding saat mendengar ancaman siksa Allah di neraka. Jiwa mengecil takut, jantung menyempit sesak, kalbu bersimpuh memohon perlindungan kepada-Nya dari segala bentuk siksa. Hanya ada kesengsaraan, kenistaan dan sakit abadi tiada henti.

Setiap kepala keluarga dipanggil dalam seruan iman untuk mawas diri dan segera mengambil langkah cerdas. Menjaga dan melindungi diri serta segenap keluarga tercinta dari ancaman neraka.

Bagi setiap mukmin, renungan ini bukanlah isapan jempol atau pepesan kosong dalam lamunan. Jauh di dasar relung hatinya ia bermunajat dalam doa,

Ya Allah, selamatkan aku dan keluarga tercintaku dari ancaman neraka.

Ya Allah, tempatkan aku bersama semua yang aku cintai dalam kebahagiaan nikmat surga.

Ya Allah, tunjukkanlah jalan dan bimbinglah gerak langkah kami agar berada di jalan-Mu.

Ya Allah, jangan biarkan arah kami keliru. Ambillah ubun-ubun kami untuk menggapai ridha dan cinta-Mu.

Renungan yang bergelayutan dalam tanya, “adakah doa-doa ini akan menjadi nyata? Ataukah hanya lamunan hampa pesimisme dalam bingkai putus asa?”.

Saudaraku, ketahuilah sejatinya renungan itu telah kukuh terjawab dalam untaian wahyu. Agama islam yang mulia nan indah ini memberikan jawabannya.

Allah ta’ala berfirman

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ

Dan orang-orang yang beriman selanjutnya anak keturunan mereka mengikuti mereka dengan iman, niscaya Kami akan menyusulkan mereka dengan anak keturunan mereka dan tidaklah Kami mengurangi (balasan) amal mereka sedikitpun” (QS. At Thur : ayat 21).

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Allah ta’ala mengangkat anak keturunan seorang mukmin (di dalam surga) sekalipun amal mereka lebih sedikit. Yang demikian, karena Dia hendak menyejukkan pandangan hamba mukmin tersebut. (Tafsir At Thabari 22 / 467).

Subhanallah, kita dapat berada bersama keluarga dan anak keturunan yang kita cintai di dalam surga dengan iman. Iman kepada Allah, kepada Rasulullah dan kepada agama-Nya. Dan itulah tauhid. Muara prinsip penghambaan diri anak manusia serta pengesaan Allah ta’ala dalam setiap sendi kehidupannya.

Ayat di atas adalah janji Allah untuk kita. Kesempatan dapat bersama buah hati di dalam surga. Adakah Dia mengingkari janji-Nya? Tidak mungkin dan tidak akan pernah mungkin.

Keimanan yang dapat mencerminkan keshalihan dalam setiap sendi kehidupan. Selalu bersama bimbingan Al-Qur’an dan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alalihi wasallam yang mulia. Keshalihan itulah yang akan mengumpulkan orang tua dengan anak keturunan kembali bersama di dalam surga. Allah ta’ala menggambarkan kebahagiaan itu dalam firman-Nya

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

Surga-surga ‘adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama yang shalih di antara orang tua mereka, pasangan suami-istri mereka, dan anak keturunan mereka sementara para malaikat akan masuk menyambut mereka dari setiap pintu” (QS. Ar Ra’du : ayat 23)

Saudaraku, pastikanlah bahwa diri kita termasuk yang dapat menempati surga bersama keluarga tercinta.

Penulis : Rizal Yuliar Putrananda

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close