
Cerita di Masa Nabi
Ibunda Aisyah radhiyallhu ‘anha pernah menyampaikan cerita bahwa pada sutau hari sekelompak orang Yahudi meminta izin kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk masuk ke dalam rumah beliau. Seketika itu mereka mengucapkan “semoga kematian untukmu”, maka dengan spontan ibunda Aisyah langsung membalas “semoga kematian dan laknat juga untuk kalian”.
Akan tetapi, apakah yang dilakukan oleh nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk menanggapi perbuatan yahudi tersebut? Nabi mengatakan “Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah ta’ala itu menyukai kelembutan dalam semua perkara”. Ibunda Aisyah seketika itupun protes kepada suaminya “tidakkah engkau dengar apa yang telah mereka ucapkan?”. Dengan lembut nabi membalas pertanyaan Aisyah “sudah saya jawab ‘semoga juga untuk kalian’”.[1]
Para pembaca yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah, lihatlah dua contoh perilaku yang saling bertentangan dalam hadits di atas. Perilaku pertama yang dilakukan oleh kaum yahudi menunjukkan bahwa kebencian mereka kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah kebencian yang sangat sengit. Bagaimana tidak? Mereka telah diizinkan masuk ke rumah, akan tetapi ucapan yang pertama keluar bukanlah ungkapan terimakasih, akan tetapi sebuah laknat. Perbuatan yang sangat jauh dari tuntunan islam. Ingatlah firman Allah berikut
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”[2]
Wahai para pembaca yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah, lihatlah bagaimana islam mengajarkan kepada kita semua untuk membalas perkataan semisal di atas melalui teladan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Inilah perilaku kedua, terhadap orang yang semisal yahudi di atas, tidaklah perlu kita tambahkan umpatan yang berlebih. Bahkan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam langsung menegur perbuatan ibunda kita, Aisyah radhiyallahu ‘anha. Tanamkanlah sifat lemah lembut dan tidak tergesa-gesa dalam diri kita ketika menghadapi orang yang semisal dengan yahudi di atas. Berfikirlah dalam-dalam terlebih dahulu dan berlemah lembutlah dalam tutur kata serta perbuatan, karena hal tersebutlah yang akan mendatangkan cintanya Allah ta’ala kepada kita semua. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada salah seorang shahabatnya
إِنَّ فِيْكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالأَنَاةُ
“Sesungguhnya kamu mempunyai dua akhlak yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya, yaitu sifat al-hilm (mampu menahan emosi) dan al-anah (sikap tenang dan tidak tergesa-gesa).”[3]
Semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan kepada kita semua hidayah-Nya agar hari-hari kita selalui dihiasi dengan akhlak yang mulia sesuai dengan tuntunan alquran dan sunnah.
Penulis : Muhammad Darus Salam
[1] HR. Bukhari
[2] QS:Al-Kautsar | Ayat: 3
[3] HR. Muslim