Artikel Islam

Biografi Imam Bukhari (1)

Biografi Singkat

Nama beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari. Dikatakan Bardizbah ini adalah sebuah lafazh al bukhariyah yang bermakna orang yang pandai bertani. Sedangkan Al Mughirah masuk islam melalui tangan Yaman Al Ju’fi dan dia merupakan seorang beragama majusi. Adapun Muhammad bin Ismail pernah menuntut ilmu di negara bukhara.[1]

Beliau digelari seorang hafizh, imam ahlul hadits pada zamannya. Karena beliau terkenal dalam keilmuannnya dan seluruh penjuru islam mengedepankan beliau dalam keilmuannya. Kitabnya, shahih bukhari, menjadi acuan atau sumber dalam kehidupan. Para ulama serta kaum muslimin bersepakat atas keotentikan kitab tersebut.[2]

Kelahiran Imam Bukhari

Beliau dilahirkan pada malam jumat bertepatan pada tanggal 13 syawal 194 H di Negara Bukhara.

Diriwatkan dalam kitabnya imam Adz Dzahabi dengan sanad yang sahih dari jalur Muhammad bin Ahmad bin Al Fadl Al Balkhi, dia pernah mendengar bapaknya mengatakan bahwa ketika waktu kecil Imam Bukhari dilahirkan dalam keadaan buta, kemudian ibunda Imam Bukhari pernah bermimpi pada malam hari, dia bertemu dengan nabi Ibrahim ‘alaihis salam, maka Nabi Ibrahim mengatakan kepadanya “wahai ibunda bukhari, sungguh allah ta’ala telah mengembalikan penglihatan putramu dengan sebab permohonanmu kepada allah ta’ala dan dengan banyaknya engkau menangis di hadapan allah ta’ala. Maka di waktu pagi hari, allah ta’ala mengembalikan penglihatan imam bukhari rahimahulllah.

Bapak Imam Bukhari meninggal  ketika beliau masih kecil dan dalam pangkuan ibunya, maka allah ta’ala mengilhamkannya untuk menghafal hadits rasulullah صلى الله عليه وسلم di masa sekolah anak- anak, dan dia membaca kitab-kitab yang terkenal di kalangan para ulama ketika berusia 16 tahun. Sampai  dikatakan kepadanya sesungguhnya dia menghafal 1000 hadits di waktu kecil dengan tidak ada salahnya sedikitpun.[3]

Bagaimana Allah ta’ala memberikan taufik kepada imam bukhari dengan dia menghafal ribuan hadits di waktu kecil dengan tidak ada kesalahannya sedikitpun. Memang benar apa yang dijanjikan oleh allah ta’ala terhadap hambanya apabila dia menghendaki terhadap sesuatu maka pasti akan terjadi.

Penulis : Muzammil Hadi


[1]  Lihat Siyar A’lamun Nubala’ 12/391-392, Al Bidayah Wan Nihayah 11/30, Al Kutubus Sihhah As-Sunnah oleh DR. Muhammad Abu Syuhbah

[2]  Al Bidayah Wan Nihayah 11/30

[3] Al Bidayah Wan Nihayah  11/30

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Close